Prof Melkias: Jangan Sampai Demokrasi Jadi Demonkrasi, Setan-setan yang Berkuasa
Prof Melkias Hetharia pada konferensi pers persiapan debat pertama calon bupati dan calon wakil bupati Mimika. Foto: Eka/ Papua60detik
Prof Melkias Hetharia pada konferensi pers persiapan debat pertama calon bupati dan calon wakil bupati Mimika. Foto: Eka/ Papua60detik

Papua60detik - Pilkada merupakan bentuk teknis demokrasi. Dalam demokrasi semua memiliki hak dipilih dan memilih. Hak itu merupakan hak asasi manusia dan hak konstitusional warga negara 

Memilih kandidat, tentu masyarakat harus mengetahui siapa-siapa mereka yang akan dipilih. Untuk itu, KPU Mimika akan menyelenggarakan debat pertama pada Rabu (23/10/2024) sebagai bagian dari kampanye. Dalam debat, visi misi dan program setiap Paslon bakal diuji.

Ketua tim perumus sekaligus panelis debat Prof Melkias Hetharia mengatakan dengan adanya debat maka menjadi jelas bagi masyarakat untuk menentukan pilihan.

"Hak memilih ini harus betul-betul dihargai, dihormati dan dijunjung tinggi. Oleh siapapun, pemerintah, penyelenggara paslon dan pendukungnya, semua harus menghargai. Mereka akan memilih secara bebas, kita tidak boleh mengatur," ujarnya dalam konferensi pers persiapan debat Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Kabupaten Mimika, di Kantor KPU Mimika, Selasa (22/10/2024). 

Ada adagium "suara rakyat, suara tuhan", dan jika suara rakyat adalah suara tuhan, maka suara rakyat itu suci, kudus. Tak satu pihak pun dibolehkan menekan warga menentukan pilihannya.

"Demokrasi rakyat yang menentukan bukan Demonkrasi. Demon itu setan Demos itu rakyat. Jadi beda-beda tipis saja. Demos itu rakyat yang memerintah melalui suaranya, nah jangan sampai Demokrasi itu berubah jadi demonkrasi. Setan-setan yang berkuasa," kata Guru Besar Hukum Universitas Cenderawasih itu.

Pertanyaan pada debat nanti didasarkan pada tema yang sudah disepakati. Tema debat pertama yakni pembangunan ekonomi, pengelolaan sumber daya alam, dan tata kelola pemerintahan dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat Mimika. 

"Ada enam isu di sana di mana isu 1,2,3  akan berlangsung pada debat pertama dan isu 4,5,6 akan digelar pada debat kedua," katanya. (Eka)