Proyek Air Bersih Mangkrak di Mimika Timur Jauh, DPRK Minta Kejaksaan Turun Tangan
Kunker Anggota DPRK Mimika ke fasilitas air bersih di kampung Fanamo Distrik Mimika Timur Jauh, Sabtu (26/7/2025) Foto: Faris/ Papua60detik
Kunker Anggota DPRK Mimika ke fasilitas air bersih di kampung Fanamo Distrik Mimika Timur Jauh, Sabtu (26/7/2025) Foto: Faris/ Papua60detik

Papua60detik – Kunjungan kerja (Kunker) DPRK Mimika ke Distrik Mimika Timur Jauh,  Sabtu (26/7/2025) membongkar temuan serius terkait proyek pembangunan air bersih senilai Rp4 miliar yang kini mangkrak dan tidak berfungsi.

Anggota DPRK Mimika Simson Gujangge, dari daerah pemilihan setempat pada Kunker kali ini datang bersama Wakil Ketua III DPRK Mimika Ester Tsenawatme.

Simson menyoroti proyek yang dibangun pada tahun 2024 tersebut. Berdasarkan informasi yang diterima dari pemerintah distrik, proyek air bersih itu hanya sempat diuji coba satu satu kali dan mangkrak hingga saat ini.

“Instalasi pipa ke rumah-rumah memang sudah dibangun, tapi saat air mulai disedot, sumur sumber air langsung kering. Artinya tidak ada survei awal yang matang,” tegas Simson.

Menurutnya, sumber air yang digunakan dalam proyek ini berasal dari sumur milik warga, bukan dari titik sumber yang layak secara teknis. Akibatnya, sistem tidak mampu berjalan lebih dari sehari. Setelah uji coba di awal tahun 2025, proyek ini tak lagi berfungsi hingga sekarang.

"Proyek ini selesai Desember 2024 dan baru uji coba Januari, satu hari saja sudah macet. Ini bukan sekadar gagal perencanaan, tapi pemborosan uang rakyat," ujar Simson.

Ia menegaskan bahwa DPRK Mimika akan segera memanggil Dinas PUPR dan kontraktor pelaksana untuk dimintai pertanggungjawaban.

Tak hanya itu, ia juga mendesak aparat penegak hukum, khususnya Kejaksaan, untuk segera turun tangan.

“Ini sudah masuk ranah hukum. Kami minta Kejaksaan segera selidiki proyek ini. Uang negara miliaran hilang tanpa manfaat bagi rakyat,” tandasnya.

Temuan ini menjadi bukti bahwa pengawasan dan perencanaan proyek pembangunan di daerah masih lemah. DPRK Mimika berkomitmen membawa kasus ini ke rapat resmi untuk mendalaminya dan agar praktik serupa tidak kembali terjadi di wilayah lain. (Faris)