Reses Waket III DPRK Mimika di Jita, Warga Minta Air Bersih
Reses Waket III DPRK Mimika Ester Tsenawatme di distrik Jita, Foto: Faris/Papua60detik
Reses Waket III DPRK Mimika Ester Tsenawatme di distrik Jita, Foto: Faris/Papua60detik

Papua60detik – Wakil Ketua III DPRK Mimika, Ester Tsenawatme reses tahap III di Distrik Jita, Kabupaten Mimika, Sabtu (13/12/2025). Dalam kegiatan tersebut, Ester menyerap langsung berbagai aspirasi masyarakat yang didominasi kebutuhan dasar dan infrastruktur.

Ester menyampaikan, 10 kampung yang mengusulkan pembangunan rumah layak huni.

“Dari 10 kampung, sudah terjawab empat kampung untuk pembangunan rumah layak huni,” ujar Ester.

Selain perumahan, persoalan air bersih menjadi aspirasi utama masyarakat Distrik Jita. Menurut Ester, kebutuhan air bersih telah menjadi prioritas Bupati Mimika.

Pada masa reses tersebut, masyarakat juga menyampaikan aspirasi terkait renovasi bandara, pembangunan jembatan, serta penerangan kampung. Ester menegaskan bahwa aspirasi tersebut mendapat respons positif dari pimpinan daerah.

"Renovasi bandara dan jembatan semuanya mendapat respons positif dari pimpinan daerah untuk Distrik Jita,” jelasnya.

Terkait penerangan, Ester menyebut pihaknya telah mengusulkan penggunaan mesin penerangan kepada Kepala Dinas PUPR dan Bupati Mimika, dan usulan tersebut disambut baik.

Ia menegaskan, DPRK Mimika akan terus mengawal dan mendorong agar renovasi bandara Distrik Jita dapat segera direalisasikan.

 “Mengenai bandara, kita akan kawal dan dorong terus,” tegas Ester.

Sementara itu, perwakilan masyarakat, Fransiskus  menyampaikan bahwa persoalan air bersih telah lama dirasakan warga dan hingga kini belum terjawab.

“Dari dulu sampai sekarang, air bersih tidak ada,” ungkap Frans.

Ia meminta agar sistem penerangan menggunakan mesin, karena solar cell dinilai tidak mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Kalau bisa, penerangan diganti dengan mesin saja, karena solar cell tidak mampu,” katanya.

Terkait bandara, Frans berharap renovasi, mengingat kondisinya sudah tidak layak digunakan. (Faris)