Proyek Air Bersih Macet, Jika Tak Hujan Warga Manasari Andalkan Air Kali
Papua60detik - Kepala Kampung Fanamo, Valentinus Mitawo, mengungkapkan bahwa fasilitas air bersih di wilayahnya belum berfungsi sejak dibangun oleh pemerintah daerah pada tahun 2024 lalu.
Kampung Fanamo berada di Manasari bersama satu kampung lainnya, Kampung Omawita. Menurut Valentinus, menara air bersih sebenarnya sudah dibangun di Manasari, tapi tidak dengan sumber airnya
"Jadi air bersih itu kan mereka sudah bangun dari tahun 2024. Tetapi sampai sekarang tidak difungsikan karena sumber airnya itu belum ada. Mereka yang datang bangun itu cuma harap sumur yang kita bangun dari dana desa," kata Valentinus saat diwawancarai, Selasa (13/04/2026).
Ia menjelaskan bahwa sumur yang ada saat ini tidak mampu melayani seluruh warga Manasari yang jumlahnya lebih dari seribu orang. Air dari sumur tersebut hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan warga di Kampung Fanamo.
Selama ini, masyarakat mengandalkan air hujan yang ditampung dalam profil tank. Namun, ketika persediaan air hujan habis, warga terpaksa menggunakan air dari sungai (kali) yang berisiko menimbulkan penyakit.
"Jadi pada saat hujan saja kita menggunakan air itu, kalau profil tank itu sudah habis, tidak ada jalan lain, minumnya di kali. Masyarakat minum di kali, maka terjadi diare lagi," tambahnya
Valentinus berharap pemerintah segera menindaklanjuti pembangunan fasilitas tersebut agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
"Kalau bisa segera diusahakan. Fasilitasnya sudah ada, tinggal mereka datang melanjutkan mencari sumber airnya," harapnya.
Sebelumnya, Anggota DPRK Mimika Simson Gujangge menyoroti proyek air bersih di Fanamo saat berkunjung ke wilayah tersebut. Ia bahkan menudingnya sebagai proyek mangkrak.
Menanggapi tudingan itu, penyedia jasa atau kontraktor, CV Kuku Perkasa angkat bicara. Perwakilannya, Yehuda tegas membantah tudingan itu. Katanya, air bersih masih tetap mengalir. Redaksi mewawancarainya pada Senin 28 Juli 2025.
Yehuda menjelaskan, sejak awal proyek ini memang tidak mencakup pekerjaan pembuatan sumur baru. Ketika memulai pekerjaan, berdasarkan petunjuk dari aparat kampung, mereka diarahkan untuk mengambil air dari sumur lama milik warga. (Martha)