Soal Rencana Penghapusan Ojek Pangkalan, Ini Tanggapan Tukang Ojek
Kepala pangkalan ojek Diana, Steven dengan anggotanya. Foto : Dicky Elwuar/Papua60detik
Kepala pangkalan ojek Diana, Steven dengan anggotanya. Foto : Dicky Elwuar/Papua60detik

Papua60detik - Rencana Dinas Perhubungan Mimika menghapus ojek pangkalan dan menggantikannya dengan ojek online mendapatkan kontra dari para tukang ojek.

Ketua Pangkalan Ojek Diana, Steven menilai wacana ini terlalu terburu-buru dan tidak adil. Bukan hanya kepada tukang ojek, rencana itu juga tak adil kepada kepada masyarakat sebagai pengguna. 

Pasalnya dalam penerapan ojek online dibutuhkan smartphone berbasis android, sementara belum semua dari mereka memiliki dan memahami penggunaannya. 

“Saya tidak mengklaim mereka tidak bisa, tapi mungkin mereka lebih memprioritaskan adalah lebih baik duit yang mereka punya digunakan beli sesuatu yang  prioritas ketimbang android,” jelas Steve saat ditemui, Kamis (3/3/2022).

Menurutnya penggunaan smartphone hanya oleh kalangan tertentu saja, sehingga hal ini kata dia harus dipahami betul oleh Pemkab Mimika dalam hal ini Dishub.

Ia menyadari jika ojek pangkalan memang tidak berbadan hukum, namun bukan berarti pemerintah bisa seenaknya menghapuskannya.

“Tapi saya mau bilang Timika menurut saya minta maaf, belum terlalu siap bukan tidak siap atau belum siap, tapi belum terlalu siap menerapkan ojek online,” tegasnya lagi.

Menurutnya penggunaan ojek online hanya akan memberikan omset atau kontribusi yang baik kepada pengusaha ojek online itu sendiri. 

“Saya  tidak keberatan sebenarnya, saya tidak perlu jelaskan secara rinci, tapi yang pasti bahwa terkait ojek online ini adalah kita bicara tentang sisi bisnis. Karenakan setiap anggota yang tergabung dalam ojek online tersebut dia kan membayar, setiap hari stor berapa persen dari pendapatan dia atau setiap kali dia melayani penumpang ketika panggilan lewat online tadi. Maka sodara saya mau kasih tahu ini coba dipertimbangkanlah dengan baik,” jelasnya.

Ia berharap wacana  ini bisa kembali dipertimbangkan Pemkab Mimika. Apalagi jasa ojek masih jadi  transportasi paling dominan digunakan masyarakat Mimika sekarang. 

Sementara itu, Ahmad yang adalah seorang ojek pangkalan juga tidak setuju dengan wacana ditiadakannya ojek pangkalan.

"Kami tidak setuju kapa bapak, karena yah begitulah penghasilan kita hari -hari begitu, kalo ojek onlinekan istilahnya tertentu ini, kalo ojek onlinekan terbatas perjalanannya," jelasnya 

Dan juga Sipri seorang ojek menjelaskan, dari pengalamannya,  banyak penumpang terkhusus mama-mama Papua yang kebanyakan petani dan penjual noken tidak mengerti penggunaan HP android.

"Belum tentu semua paham tentang HP android untuk memesan ojek online misalnya dia dari kebun otomatis dia tidak punya HP android, walaupun ada tapi  mungkin dia tidak bisa mengerti untuk cara memesan ojek online. Jadi itu fungsinya ojek konvensional ada di Timika sini," tegasnya. (Dicky Elwuar)