Ultah ke-25, Loka POM Vaksinasi HPV untuk ASN
Papua60detik - Peringati ulang tahun ke-25, Loka POM (Pengawas Obat dan Makanan) Mimika bersama Dewan Pengurus Korpri Nasional (DPKN) melaksanakan program vaksinasi HPV di lingkungan ASN, Jumat (06/02/2026).
Kepala Loka POM Kabupaten Mimika, Rudolf Surya Pandu Winata Bonay, mengatakan vaksinasi ini diberikan hingga tiga dosis. Dosis kedua dilakukan dua bulan setelah dosis pertama, dosis ketiga maksimal empat bulan setelah dosis kedua. Seluruh rangkaian vaksin selesai dalam enam bulan.
Meskipun program ini ditujukan untuk ASN dan keluarga, masyarakat umum juga bisa mengikuti vaksinasi HPV. Namun, karena jumlah vaksin yang terbatas, pada pelaksanaan tahap pertama ini panitia tidak dapat melayani terlalu banyak peserta.
"Kami tidak bisa menjaring terlalu banyak peserta, kami bawa vaksin dari Jakarta 250 untuk tahap 1 sehingga kami sudah menutup pendaftaran di satu hari itu. Nanti di kemudian hari kami harapkan bisa lebih banyak lagi melayani khususnya untuk ibu-ibu di Timika," ujar Rudolf saat diwawancarai.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Ubra mengapresiasi kegiatan ini sebagai upaya preventif terhadap kanker serviks, penyakit yang menjadi penyebab kematian nomor dua terbanyak pada perempuan secara nasional.
Dinas Kesehatan Mimika sendiri telah memulai pemeriksaan kesehatan dan vaksinasi sejak dini, terutama bagi anak-anak sekolah, ibu-ibu, dan wanita usia produktif di masyarakat.
Reynold mengatakan, meskipun fasilitas vaksinasi di Puskesmas dan rumah sakit masih terbatas, layanan skrining untuk deteksi dini kanker serviks sudah tersedia di Puskesmas. Pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) juga sudah menjadi bagian dari paket layanan dasar kesehatan yang dicover oleh BPJS Kesehatan.
Pendekatan yang dilakukan Dinas Kesehatan adalah melakukan pelayanan kesehatan berbasis siklus hidup. Salah satunya adalah membuka posko pembantu atau posko pelayanan kesehatan.
"Tantangan kami adalah pengetahuan ini harus sedekat mungkin dengan masyarakat. Ini saya pikir sesuai dengan pendekatan pelayanan kesehatan yang berdasarkan siklus hidup, yaitu membuka pelayanan kesehatan itu sedekat mungkin dengan masyarakat," terang Reynold Ubra.
Ia pun menegaskan, upaya ini akan diperkuat, sehingga perempuan di Timika dapat memperoleh layanan vaksinasi dan pemeriksaan dini dengan mudah. Apalagi secara nasional, kanker serviks menjadi penyebab kematian nomor dua terbanyak pada perempuan. Sementara di rumah sakit di Mimika, kasus kematian tertinggi adalah akibat penyakit jantung dan kanker. (Martha)