Pelatih SSB Amungnegel Minta Pemerintah Perhatikan Pembinaan Anak Asli Papua
SSB Amungnegel. Foto: Istimewa
SSB Amungnegel. Foto: Istimewa

Papua60detik - Pelatih Sekolah Sepak Bola (SSB) Amungnegel Jamon Tsugumol meminta pemerintah perhatikan anak-anak asli dalam pengembangan bakat sepak bola. 

"SSB Amungnegel hingga saat ini secara rutin melaksanakan latihan tiga kali dalam satu minggu. Namun, sampai sekarang belum ada dukungan maupun bantuan dari Askab PSSI Kabupaten Mimika maupun dari tingkat provinsi Papua Tengah," ujarnya, Sabtu (31/1/2026). 

Dalam pelaksanaan latihan, SSB Amungnegel terpaksa menggunakan satu lapangan sepak bola di kawasan Timika Indah secara bergantian dengan beberapa kelompok lain. Kondisi lapangan yang terbatas dan tidak memadai membuat waktu latihan harus dibagi, sehingga tidak maksimal dalam pembinaan pemain.

"Oleh karena itu, saya sebagai pelatih berharap kepada Pemerintah Kabupaten Mimika agar dapat menyediakan lapangan sepak bola khusus untuk kegiatan latihan," katanya. 

Saat ini, tercatat sebanyak 26 SSB telah terdaftar secara resmi di Kantor Askab Mimika, belum termasuk beberapa kelompok SSB lain yang belum sempat mendaftar. Jumlah ini menunjukkan tingginya minat dan potensi sepak bola usia dini di Kabupaten Mimika yang perlu didukung dengan sarana yang memadai.

"Saya juga ingin menegaskan bahwa saya merupakan orang asli Papua, memiliki lisensi kepelatihan C, dan berkomitmen membina generasi muda dari tujuh suku di Kabupaten Mimika yang memiliki bakat di bidang sepak bola," tegas dia.

Menurutnya, perkembangan, pembinaan dan prestasi sepak bola di tingkat kabupaten tak bisa lepas dari peran pemerintah, KONI dan Askab PSSI.

Ia berharap Pemkab Mimika menyediakan pelatih-pelatih sepak bola berlisensi untuk melatih dan membina anak-anak Amungme, Kamoro, serta lima suku lainnya. Termasuk membentuk akademi sepak bola sebagai wadah pembinaan jangka panjang. (Eka)