Warga Terdampak Banjir Distrik Tembagapura Butuh Jembatan Darurat
Papua60detik - Aktivitas masyarakat Distrik Tembagapura yang terdampak banjir dan longsor di Kampung Baluni, Jagamin dan Kampung Aroanop (Omponi) berangsur normal.
Kepala Distrik Tembagapura Thobias Yawame mengatakan sebagai pengganti hancurnya tiga jembatan, warga hanya menggunakan kayu sebagai titian menyeberangi sungai. Masalah timbul saat cuaca buruk.
“Kalau turun hujan tetap jembatan yang dibuat dengan kayu tetap hanyut, dan itu menjadi kesulitan lagi bagi masyarakat karena penghubung antara masyarakat dari kampung Baluni ke Ainggogin adalah jembatan,” ungkapnya, Rabu (4/10/2023).
Thobias menegaskan kebutuhan paling mendesak warga terdampak adalah jembatan. Ia meminta Pemkab dan PT Freeport Indonesia membangun jembatan penyeberangan sementara yang bisa digunakan warga dengan aman.
“Kalau cuaca buruk masyarakat tidak bisa turun cari bahan makanan seperti beli minyak goreng, garam, dan lain-lain. Kalau cuaca bagus yah bisa, tetapi kalau hujan khususnya di Baluni tidak bisa menyeberang,” katanya.
Terkait bantuan yang diberikan dari Pemkab, Thobias menyebut masih sebanyak 1 ton lebih belum terdistribusi dan masih ada di Timika. Kendalanya angkutan udara.
“1 ton lebih masih stay di cargo. Kami mohon kepada perusahaan dan pemerintah agar Bama sisa bisa didrop lagi ke masyarakat di sana,” pintanya.
Soal tiga jembatan yang hancur diterjang banjir dan longsor, bisa dipastikan pemerintah belum membangun penggantinya tahun ini.
“Itu mungkin baru kami akan usulkan 2024 di APBD induk,”kata Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Mimika, Aldi. (Faris)