Wartawan Nadi Papua Diteror Lewat Pesan WhatsApp
Papua60detik - Pemimpin Redaksi Nadipapua.com, Yohanes Gobai menyebut salah satu wartawannya mendapat teror lewat pesan WhatsApp
Wartawan Nadipapua.com bernama Mis Murib pada 11 November pukul 23:57 WIT mendapat pesan WhatsApp oleh nomor kontak +62 813-9778-8444. Identitas WhatsApp pengirim tertulis Seven Action.
"Isi pesannya seperti ini, "Mis murib, akhirnya tiba jg sialnya ko. Sebentar lagi ko masuk panjara.. Sok suci to, makang pancuri pigi paksa pengusaha tambang bayar 100 juta to, hahaaa manusia ibliss".
Kemudian pada pukul 00:05 kontak yang sama mengirim pesan lagi. "Tinggal tunggu laki2 hati iblis punya nama Mis Murib makang pancuri. "Naik di media sosial dan laporan... Nao2," tulisnya OTK itu.
Yohanes menduga, pesan ini dikirim setelah Mis menulis berita pada Selasa, 11 November 2025 berjudul, Kali Usir Keruh, Aparat Bungkam: Menguak Bisnis Ilegal di Hulu Siriwo. Berita itu katanya ramai dibahas di berbagai group WhatsApp di Papua Tengah.
'Isi pesan tersebut merupakan bentuk teror terhadap jurnalis yang sedang menjalankan tugasnya, sekaligus ancaman langsung terhadap kebebasan pers di Tanah Papua," tegasnya.
Yohanes mengatakan, Nadipapua.com berkomitmen terhadap jurnalisme independen dan bertanggung jawab terhadap publik. Teror serupa ini katanya merupakan serangan terhadap kerja jurnalistik dan hak publik untuk mendapatkan informasi.
Atas dasar itu, Nadipapua.com mendesak Polres Nabire dan Polda Papua Tengah menyelidiki dan menangkap si pengirim pesan.
"Kami tidak akan mundur. Teror dan ancaman tidak akan menghentikan kami menjalankan kerja jurnalistik yang jujur dan faktual," ujarnya. (Elia Douw)