Agustus di Timika, Curah Hujan di Atas Normal
Forecaster BMKG Timika Sony Hartono saat menunjukkan data curah hujan. Foto: Eka/Papua60detik
Forecaster BMKG Timika Sony Hartono saat menunjukkan data curah hujan. Foto: Eka/Papua60detik

Papua60detik - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Mozes Kilangin Timika menyebut sinar matahari di Timika pada Juli 2024 sangat minim. 

Forecaster BMKG Timika Sony Hartono mengatakan jika Juli di Indonesia pada umumnya matahari bersinar hingga 10 jam dalam satu hari, maka di Timika hanya sekitar 1 jam 20 menit atau 41 jam.

"Timika paling terasa sebenarnya matahari yang sangat kurang sekali. Di Juli Kalau Indonesia umumnya kan 10 jam matahari bersinar, dari jam tujuh sampai lima sore. Nah, Juli di Timika ini matahari cuma bersinar 41 jam, berarti rata-rata 41 dibagi 30 hari dapatnya 1 jam 20 menit matahari bersinar," ujar Sony, Jumat (9/8/2024).

Katanya, itu menunjukkan betapa sangat kurangnya sinar matahari di Juli. Pun demikian di Agustus. Hal itu karena memang sifat hujannya yang relatif lama sehingga membuat matahari jarang sekali muncul. 

Juni, Juli, Agustus memang masa puncak curah hujan di Timika. Sifat hujannya tidak terlalu lebat. Intensitasnya hanya ringan sampai sedang tapi durasinya bisa lama bahkan bisa berhari-hari. 

Awal Agustus ini, curah hujan hingga hari ke delapan bulan Agustus saja sudah mencapai 364 milimeter. Padahal jika dilihat dari grafik perbandingan curah hujan bulanan normal  di Agustus menunjukkan angka 627 milimeter. 

"Sedangkan Agustus sekarang ini dari delapan hari pertama saja sudah setengahnya. Apakah nanti akan melewati normal atau tidak, kita belum tahu," ucap Sony. 

Kata Sony, satu minggu ke depan cuacanya masih cukup banyak hujan walaupun tidak seintens beberapa hari terakhir ini. (Eka)