AIYE dan Misi Besar Memajukan Pertanian Mimika
Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Mimika nomor urut 3, Alexsander Omaleng dan Yusuf Rombe saat mengunjungi lahan pertanian di Kampung Mware, Distrik Mimika Timur, Foto: Faris/ Papua60detik
Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Mimika nomor urut 3, Alexsander Omaleng dan Yusuf Rombe saat mengunjungi lahan pertanian di Kampung Mware, Distrik Mimika Timur, Foto: Faris/ Papua60detik

Papua60detik -  Dalam suasana hangat di Kampung Mware, Distrik Mimika Timur, tampak kerumunan petani berkumpul. Mereka datang bukan sekadar bertemu, tetapi untuk mendengar langsung pandangan dan kebijakan yang diusung pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Mimika nomor urut 3, Alexsander Omaleng dan Yusuf Rombe (AIYE). 

Pasangan ini tidak hanya berjanji membawa perubahan, tetapi juga menyentuh hati para petani dengan visi mereka menuju kemandirian, dan keadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Mimika, kabupaten yang dikenal dengan kekayaan alamnya, telah mengalami banyak perubahan dalam beberapa tahun terakhir, terutama di sektor pertanian dan peternakan. Berkat kebijakan strategis, salah satu tonggak pencapaian yang sangat dirasakan adalah keberhasilan Mimika mencapai swasembada telur ayam. Dengan produksi lokal yang kini mencapai 13 ton per hari, Mimika tidak lagi bergantung pada pasokan dari luar, mencerminkan kemandirian dan kekuatan ekonomi lokal. Pencapaian ini adalah buah kerja keras yang dipelopori oleh kepemimpinan sebelumnya, dan AIYE bertekad untuk melanjutkan dan memperluasnya.

Dalam pertemuan itu, Alexsander Omaleng menyampaikan kebijakan-kebijakan pertanian yang akan mereka bawa jika terpilih di Pilkada mendatang.  Salah satu kebijakan utama yang dipaparkannya adalah subsidi pupuk yang akan diberikan secara merata dan mudah diakses oleh para petani.

“Kami punya visi misi sudah jelas bagi petani akan subsidi pupuk dan kelompok-kelompok tani akan diberdayakan,” ujar Alex

Namun, komitmen AIYE tidak berhenti di situ. Alex bertekad membatasi masuknya pasokan sayur dan buah dari luar Mimika, terutama untuk komoditas yang sudah dapat diproduksi oleh petani lokal. 

Alex mempunyai misi besar bagaimana Mimika tidak hanya menjadi daerah konsumsi hasil pertanian dari luar, tetapi juga menjadi pemasok bagi daerah daerah tetangga.

Lebih dari itu, AIYE memahami bahwa keberhasilan sektor pertanian membutuhkan kolaborasi yang kuat antara berbagai pihak. Karena itu, mereka berniat melibatkan perusahaan besar seperti PT Freeport Indonesia dalam menyerap hasil pertanian lokal dan memberikan harapan bagi para petani kecil yang selama ini seringkali kesulitan menemukan pasar yang stabil.

Bagi Yusuf Rombe, sektor pertanian tidak hanya membutuhkan kebijakan, tetapi juga kelembagaan yang kuat. Dia mengusulkan pembentukan koperasi petani di setiap distrik. Koperasi ini diharapkan bisa menjadi jembatan bagi petani untuk mendapatkan akses permodalan, bantuan pupuk, hingga distribusi hasil panen yang lebih efisien.

“Itu akan kami prioritaskan karena kita tidak bisa hidup tanpa petani,” kata Yusfu

Selain itu, ia mengatakan AIYE juga berkomitmen menyediakan alat dan mesin pertanian modern (alsintan) untuk mempermudah dan mempercepat proses bercocok tanam.

Dengan visi besar ini, Alexsander Omaleng dan Yusuf Rombe menekankan bahwa sektor pertanian akan menjadi tulang punggung Mimika yang lebih mandiri, aman, dan sejahtera. 

Kisah petani di Mimika bukanlah sekadar cerita tentang bercocok tanam, tetapi tentang perjuangan hidup dan cita-cita untuk masa depan yang lebih baik. Pasangan AIYE datang dengan pesan harapan bagi mereka yang selama ini merasa tersisih dari arus pembangunan. Dalam setiap langkah kebijakan yang diusung, AIYE selalu memprioritaskan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat lokal.

Dengan dukungan AIYE, petani tidak hanya melihat ladang mereka sebagai tempat bekerja, tetapi sebagai fondasi bagi masa depan yang lebih cerah. Mereka percaya, di tangan pasangan AIYE, potensi pertanian Mimika akan tumbuh subur dan memberikan hasil yang melimpah, tidak hanya bagi petani itu sendiri, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Mimika. (Faris)