BGN di Nabire Terapkan Dua Hari Tanpa Nasi Guna Serap Pangan Lokal
Korwil BGN Kabupaten Nabire Marsel Asyerem saat meninjau langsung aktivitas perdagangan di Pasar Sore Tapiyoka, Distrik Nabire Kota, Senin (18/5/2026). ANTARA/HO-BGN Nabire
Korwil BGN Kabupaten Nabire Marsel Asyerem saat meninjau langsung aktivitas perdagangan di Pasar Sore Tapiyoka, Distrik Nabire Kota, Senin (18/5/2026). ANTARA/HO-BGN Nabire

Papua60detik - Badan Gizi Nasional (BGN) Wilayah Nabire, Papua Tengah, menerapkan kebijakan dua hari tanpa nasi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna meningkatkan penyerapan pangan lokal dan mendorong perputaran ekonomi warga.

Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Nabire Marsel Asyerem di Nabire, Selasa, mengatakan kebijakan tersebut merupakan respons atas kondisi mama-mama Papua yang kerap merugi karena hasil dagangan tidak terserap pasar.

“Dari hasil dialog di lapangan, banyak komoditas pertanian lokal tidak laku hingga membusuk. Ini yang menjadi perhatian kami,” katanya.

Ia menjelaskan strategi tersebut diterapkan setelah pihaknya meninjau langsung aktivitas perdagangan di Pasar Sore Tapiyoka, Distrik Nabire Kota, sekaligus mendengarkan keluhan mama-mama Papua sebagai penjual sayur.

Menurut dia, rata-rata pedagang hanya mampu menjual tiga hingga lima ikat sayuran per hari dengan pendapatan berkisar Rp15.000 hingga Rp25.000, yang bahkan habis untuk biaya transportasi.

“Akibatnya mereka tidak memiliki sisa penghasilan untuk memenuhi kebutuhan pokok rumah tangga,” ujarnya.

Ia mengatakan program yang sebelumnya menerapkan satu hari tanpa nasi kini ditingkatkan menjadi dua hari tanpa nasi dan telah berjalan selama dua bulan.

Dalam skema tersebut menu karbohidrat pada hari tertentu dialihkan ke pangan lokal, seperti ubi, singkong, dan keladi, disertai peningkatan porsi sayuran.

“Seluruh dapur MBG kami minta wajib membeli dan menyerap hasil bumi dari pedagang lokal agar produk mereka tidak terbuang,” katanya.

Ia berharap langkah tersebut tidak hanya memperkuat ketahanan pangan berbasis lokal, tetapi juga memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan mama-mama Papua sebagai pelaku ekonomi kecil.

“Harapannya program ini benar-benar membawa manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya. (ANTARA)