Cipayung Papua Pegunungan Soroti Pro Kontra Lahan Pembangunan Kantor Gubernur
Aliansi Cipayung Papua Pengunungan. GMKI, PMKRI dan GMNI. Foto: Istimewa
Aliansi Cipayung Papua Pengunungan. GMKI, PMKRI dan GMNI. Foto: Istimewa

Papua60detik – Aliansi Cipayung Papua Pengunungan terdiri dari GMKI Cabang Wamena, PMKRI Cabang Jayawijaya, dan GMNI Cabang Jayawijaya mendesak Pemerinta Provinsi (Pemprov) Papua Pegunungan memfasilitasi peneyelesain tanah Wouma-Welesi yang saat ini menuai pro dan kontra Pembangunan Kantor Gubernur Papua Pegunungan.

Ketua GMKI Cabang Wamena Theo Michael Mabel mengatakan persoalan sengketa tanah Welesi-Wouma hingga saat tak terselesaikan sehingga terhambat proses pembangunan kantor Gubernur Provinsi Papua Pegunungan.

“Kami merasa prihatin atas terhambatnya proses pembangunan kantor gubernur berhubung lokasinya bermasalah (pro-kontra ). Kami tahu karena Provinsi DOB  hadir guna untuk mengatasi ketertinggalan dan keterbelakangan kami. Tetapi karena berhubung proses pembangunan kantor/honai Papua Pegunungan bermasalah berhubung tanah yang bersengketa membawa dampak kepada terhambatnya pelayanan pemprov Papua Pegunungan,” Kata Theo, Kamis (6/6/2024)

Untuk itu demi kelancaran pelayanan Pemprov Papua Pegunungan, ia mendesak sesegera mungkin untuk memberikan ruang kepada baik pihak pro maupun kontra agar sengketa dapat selesai.

Theo menekankan agar Pemprov jangan memandang sebelah mata dengan alasan minoritas sekalipun itu warga minoritas yang menolak. Kerena di atas tanah itulah masyarakat berkebun mencari nafkah untuk menghidupi keluarga. 

“Itu sebabnya kami menyarankan agar pemprov Papua Pegunungan sesegera mungkin memberikan ruang dan membahas dari hati ke hati  tanpa merugikan pihak tertentu,” Tuturnya

Senada dengan Ketua GMKI, Ketua PMKRI Cabang Jayawijaya Markus Elopere  mengusulkan agar Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan fasilitasi kelompok pro dan kontra untuk berdialog secara terbuka dan menyatukan persepsi untuk lakukan pembangunan kantor Gubernur Provinsi Papua Pegunungan.

Sementara Ketua GMNI Cabang Jayawijaya Vinsen Matuan berharap Pemprov serius menanggapi persoalan Sengketa Tanah Welesi-Wouma sehingga mencegah jatuhnya korban jiwa.

“Kami mendesak pemerintah harus ambil langkah cepat menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi tutupnya,” pungkasnya. (Faris)