Disparbudpora Mimika Bentuk Satgas Pengawasan Venue Olahraga
Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Mimika, Jacob Toisuta. Foto: Martha/ Papua60detik
Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Mimika, Jacob Toisuta. Foto: Martha/ Papua60detik

Papua60detik - Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Mimika, Jacob Toisuta mengaku akan membentuk Satuan Tugas (Satgas) yang mengawasi ketat setiap venue olahraga.

Disparbudpora merencanakan hal itu menyusul tindakan oknum tidak bertanggung jawab yang mengotori dan mencoret-coret sebagian dinding Gedung Olahraga (GOR) Futsal.

Coretan-coretan terlihat di setiap dinding toilet, dekat kaca, hingga cermin. Bukan hanya itu, di dalam toilet juga banyak ditemukan sampah plastik seperti bekas gelas dan botol air mineral hingga bekas ludah pinang. 

Pemandangan mengganggu itu tentu sangat merusak estetika gedung dan menimbulkan kesan tidak terurus. Padahal, baru-baru ini pemerintah melakukan pemeliharaan termasuk mengecat kembali dinding yang sudah kusam dan kotor.

Kata Yopi, Disparbudpora melakukan pemeliharaan secara rutin pada setiap Venue termasuk GOR Futsal.

Ia pun menyesalkan perilaku orang-orang tidak bertanggung jawab itu. Selama ini Disparbudpora memberikan imbauan kepada setiap pengguna yang ingin melakukan kegiatan agar menjaga fasilitas GOR, tapi ternyata masih saja banyak orang yang tidak mengindahkan.

“Jadi kita akan ada pembentukan Satgas untuk melakukan pengawasan. Tapi nanti pengawasan itu setiap ada event saja. Siapa yang coret langsung kita tegur. Kita juga akan cari solusi terkait penambahan tenaga,” ujar Jacob, Kamis, (24/10/2024).  

Sementara Wakil Ketua I Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Papua Tengah, Cessar Avianto Tunya menuding, pengguna GOR Futsal tidak membantu menjaga kebersihan, bahkan sejumlah fasilitas pun turut dirusak. 

Menurutnya, pengguna Venue sudah seharusnya ikut menjaga estetika gedung tersebut agar tetap terawat sebab itu merupakan salah satu venue bertaraf internasional.

“Ini sangat disayangkan. Kita yang berjuang agar venue ini ada di Timika, kita juga bangga dengan venue ini. Jadi marilah kita menjaga kebersihannya,” katanya. 

Venue ini dibangun dengan menggunakan anggaran yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Papua, dan kini telah dihibahkan kepada Pemerintah Kabupaten Mimika.

Oleh karena itu, Cessar berharap, masyarakat bijak dalam bertindak dan dapat menjaga aset-aset olahraga di Mimika. (Martha)