GMKI Merauke Soroti Proyek Food Estate Pemerintah Pusat
.Papua60detik - Sekretaris Cabang Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Merauke, Andarias Labobar soroti proyek food estate pemerintah pusat di Merauke.
"Sebagai pemuda saya melihat proyek food estate ini berpotensi bertentangan dengan kepentingan masyarakat adat, khususnya terkait tanah adat atau hak ulayat mereka. Pemerintah dan pihak investor harus memperhatikan hal ini. Jika perlu, lakukan pendekatan dan kerja sama yang baik dengan pemilik hak ulayat serta masyarakat umum," ujar Andarias kepada Papua60detik.id, Kamis (21/11/2024).
Baca Juga: Bakal Diresmikan Menkop, Koperasi Merah Putih di Atuka Diproyeksi Jadi Penggerak Ekonomi Lokal
Belum lagi bicara izin lingkungan atau AMDAL yang selalu jadi isu sensitif. Menurutnya pemerintah perlu memastikan proses perizinan dilakukan secara transparan dan komunikasi dengan masyarakat adat agar tidak menimbulkan konflik.
"Penting bagi pemerintah untuk memastikan proses masuknya proyek ini dilakukan dengan penjelasan yang baik kepada masyarakat adat agar tidak ada konflik, baik sekarang maupun ke depannya," tegasnya.
Meski demikian, Andarias tetap optimis bahwa proyek Food Estate dapat membawa dampak positif bagi Merauke dan masyarakat, khususnya di sektor ekonomi.
Ia berharap Merauke menjadi lumbung pangan terbesar di Indonesia dengan tetap mengedepankan keharmonisan antara pemerintah, investor, dan masyarakat adat.
"Harapannya, food estate ini bisa membawa Merauke menjadi lumbung pangan terbesar di Indonesia sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara ekonomi dan lainnya," tutupnya.
Proyek food estate merupakan salah satu program strategis nasional di sektor pertanian. Namun, pelaksanaannya mendapatkan kritik terutama terkait dampaknya pada masyarakat adat dan lingkungan. (Josua)