John Rettob: 2020 Adalah Masa Sulit, Harus Jadi Pelajaran
Papua60detik - Tak bisa disangkal, tahun 2020 adalah periode sulit hampir bagi siapa saja dan dimana saja, termasuk di Kabupaten Mimika.
Bagi Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob, kesulitan dan harapan yang tertunda jadi kenyataan di 2020 adalah pelajaran.
"Bagi saya, 2020 adalah tahun pembelajaran bagi kita semua. Dimana kita harus belajar, banyak instrospeksi diri, berefleksi, evaluasi pada kehidupan kita secara khusus dan terutama kebijakan dan jalannya pemerintahan di Kabupaten Mimika," katanya dalam press rilis, Senin (4/01/2021).
Masih di awal 2020, terjadi gangguan keamanan di Tembagapura. Masyarakat dari tiga kampung harus mengungsi ke Kota Timika dan belum bisa kembali sampai sekarang.
Sekitar pertengahan Maret, kasus pertama covid-19 ditemukan di Timika, lalu menyusul laporan kasus-kasus lain. Sebagai penyakit baru, ketakutan dan kecemasan akan covid-19 merebak sangat cepat.
Rencana penganggaran daerah mesti diubah, istilahnya refoucusing. Anggaran kegiatan yang dianggap tak begitu penting dipangkas dan dialihkan ke penanganan covid-19.
Pelajar dan mahasiswa harus belajar dari rumah, ibadah dan bekerja pun di rumah. Hari raya bahkan harus dirayakan dengan menyesuaikan protokol kesehatan.
Agar bertahan, warga diharuskan menyesuaikan diri dengan sebuah pola hidup baru yang disebut new normal atau kenormalan baru, misalnya kemana-mana harus mengenakan masker.
Pemerintah lalu memberlakukan pembatasan aktifitas. Pergerakan warga dibatasi, dampaknya sudah pasti, ekonomi terpuruk.
"Pemerintah harus berani mengambil keputusan menangani situasi ini. Pemerintah juga dilema apakah menagani dan memprioritaskan kesehatan atau bagaimana memulihkan ekonkmi yang sempat terpuruk," kata John Rettob.
Di tengah kecamuk pandemi covid-19, bencana alam banjir melanda di Distrik Iwaka. Warga kehilangan tempat tinggal, kebun, akses jalan terputus. Pengungsian terjadi lagi. Di saat bersamaan, terjadi longsor di Aroanop Distrik Tembagapura.
Di tengah semua situasi itu, tingkat kepercayaan warga terhadap pemerintah terus menurun. Hal itu terjadi karena ketidakkonsistenan kebijakan pemerintah sendiri. Belum lagi, ungkap John, masalah dipolitisir untuk kepentingan tertentu.
"Politisasi persoalan, rasa benci, curiga, tidak saling percaya di tahun 2020 mari kita tinggalkan. Masuk di 2021 kita satukan semangat dan hati kita berpikr positif mengatasi peralsoalan di Kabupaten Mimika. Bangkitkan kembali aura positif di 2021 untuk membangun kabupaten ini, " pesan John Rettob.
Kepada pegawai baik ASN maupun non ASN, ia meminta bekerja sesuai tupoksi dan bidang. Pegawai di lingkungan Pemkab Mimika ia harapkan punya dedikasi, kreasi dan inovasi, dinanis da selalu berimprovisasi melayani warga.
"Jabarkan secara benar visi dan misi bupati dan wakil bupati. Tunjukkan dan jaga etika serta wibawa pemerintahan dan birokrasi. Tugas kita cuma, fasilitator dan regulator," pesannya. (Burhan)