Kasus DBD Turun Signifikan di Wilayah Kerja Puskesmas Timika
Puskesmas Timika foto: Martha/Papua60detik
Puskesmas Timika foto: Martha/Papua60detik

Papua60detik - Angka kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah kerja Puskesmas Timika turun signifikan pada tahun 2025 dibandingkan tahun sebelumnya. 

Puskesmas Timika mencatat kasus DBD di tahun 2024 adalah 250 kasus dan tahun 2025 turun menjadi 34 kasus. Data itu mencakup wilayah kerja Puskesmas yang terdiri dari lima kelurahan dan satu kampung. 

Kepala Puskesmas Timika, dr Mozes Untung, menilai penurunan ini sebagai hasil dari upaya pengendalian yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan oleh Puskesmas bersama masyarakat.

"Kabupaten Mimika di tahun 2024 itu ada 2024 kasus DBD turun di tahun 2025 menjadi 130 kasus. Untuk Timika sendiri, tahun 2024 ada 250 kasus dan di tahun 2025 turun menjadi 34 kasus," ujarnya saat diwawancarai, Selasa (13/01/2025). 

Mozes menegaskan, untuk menekan angka DBD  upaya intensif telah dilakukan sejak awal tahun, khususnya dalam kegiatan surveilans dan pengendalian vektor nyamuk. Tim kesehatan lingkungan Puskesmas Timika rutin melakukan survei vektor di lokasi-lokasi yang terdeteksi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.

"Kita berharap dengan upaya yang sama kami lakukan di awal tahun ini bisa menekan lagi kejadian DBD. Kalau ditemukan di satu wilayah ada genangan pembiakan nyamuk langsung dilakukan tindakan abatisasi," ujarnya.

Selain itu, setiap ada temuan kasus DBD akan segera ditindaklanjuti dengan penyelidikan epidemiologi. Puskesmas juga melakukan kegiatan pengendalian tambahan seperti fogging di wilayah sekitar kasus ditemukan. 

Upaya promotif dan preventif juga terus dilakukan melalui edukasi kepada masyarakat secara langsung maupun melalui grup WhatsApp dan kegiatan rutin di masyarakat. Apalagi hingga saat ini belum ada obat khusus untuk menyembuhkan DBD. Penanganan yang diberikan bersifat simptomatik untuk meredakan gejala. 

“Demam berdarah itu disebabkan oleh virus yang ditularkan melalui nyamuk. Belum ada obat khususnya, kalau kena DBD, pasien sembuh dengan sendirinya. Karena itu, yang paling utama adalah pencegahan," pungkasnya. (Martha)