Khusus OAP, Pemkab Bagikan Paket Pengembangan Ayam Petelur untuk 50 KK
Papua60detik - Pemkab Mimika melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan bakal membagikan paket pengembangan ayam petelur bagi Orang Asli Papua (OAP). Sumber anggarannya dari dana Otonomi Khusus (Otsus).
Paket pengembangan ayam petelur ini akan dibagikan kepada 50 Kepala Keluarga (KK) di lima distrik. Satu distrik jumlah penerima manfaat 10 KK. Lima distrik tersebut adalah Kwamki Narama, Kwamki baru, Kuala Kencana, Wania dan Iwaka.
Kepala Disnak dan Keswan Kabupaten Mimika, drh Sabelina Fitriani mengatakan paket pengembangan ayam petelur ini terdiri dari satu buah kandang, 50 ekor ayam siap bertelur dan paket pakan ternak untuk lima bulan.
"Jadi, dalam satu distrik itu kita hanya sediakan untuk 10 KK, karena paketnya ini lumayan mahal. Ada kandang, 50 ekor ayam, ada pakan juga untuk lima bulan," ujarnya saat diwawancarai, Rabu (09/10/2024).
Bantuan ini merupakan bagian dari program percepatan penurunan stunting. Selain itu, program ini juga bisa memperbaiki masalah ekonomi keluarga.
"Harapan kita dengan bantuan itu, masalah stunting bisa teratasi, sehingga mereka bisa mengonsumsi telur setiap hari, kemudian mereka bisa juga menjalankan untuk menambah penghasilan keluarga. Ayam ini kan berproduksi selama dua tahun, jadi selama dua tahun mereka bisa diambil manfaatnya," tambahnya.
Sabelina mengklaim pemberian paket ini sangat selektif. Disnak dan Keswan berkerja sama dengan Puskesmas mengidentifikasi dan memastikan si penerima manfaat mempunyai lahan dan berkeinginan serta berbakat dalam beternak ayam.
"Paket ini kita berikan bagi orang yang benar-benar mau dan berkeinginan memelihara ayam. Jangan sampai kita paksa lalu program ini tidak berjalan," terangnya.
Adapun paket pengembangan ayam bertelur ini akan dibagikan di Desember 2024. Saat ini Disnak dan Keswan sedang mempersiapkan pengadaan kandang dan ayam hingga berumur empat bulan.
"Kita siapkan ayamnya dulu sampai berumur empat bulan, sehingga saat kita berikan ayam sudah siap bertelur. Pakannya juga kita siapkan untuk lima bulan, setelah itu kita berharap mereka bisa mandiri dari hasil jualan telur ayam itu," pungkasnya. (Martha)