Layani OAP Selama Enam Tahun, Posyandu Asiben Belum Punya Tempat
Kepala Distrik Wania, Merlyn Temorubun bersama tenaga kesehatan Puskesmas Pasar Sentral dan Kepala Lurah Kamoro Jaya kunjungan ke Posyandu Asiben, Rabu (07/01/2026). , Foto: Istimewa
Kepala Distrik Wania, Merlyn Temorubun bersama tenaga kesehatan Puskesmas Pasar Sentral dan Kepala Lurah Kamoro Jaya kunjungan ke Posyandu Asiben, Rabu (07/01/2026). , Foto: Istimewa

Papua60detik - Kepala Distrik Wania, Merlyn Temorubun bersama tenaga kesehatan Puskesmas Pasar Sentral dan Kepala Lurah Kamoro Jaya kunjungan ke Posyandu Asiben, Rabu (07/01/2026). 

Posyandu tersebut terletak di perbatasan wilayah kelurahan Kamoro Jaya dan Kampung Mandiri Jaya yang melayani 100 persen Orang Asli Papua (OAP) dan juga masyarakat dari Distrik Alama yang tinggal di Timika. 

Sudah hampir 6 tahun posyandu ini melayani masyarakat tetapi belum ada tempat memadai. Pelayanan mengandalkan ambulans keliling Puskesmas Pasar Sentral.

Adapun pelayanan yang diberikan meliputi pelayanan kesehatan dasar bagi balita, ibu hamil dan lansia. Di Posyandu ini, para kader kesehatan turut berperan aktif dalam berbagai pemeriksaan, seperti pengukuran tinggi badan, penimbangan berat badan, serta pemberian suplemen vitamin. 

"Mereka sudah melayani selama kurang lebih 5 sampai 6 tahun, tapi belum ada tempat, jadi tenaga kesehatan dari pasar Sentral itu mereka di mobil ambulance berkeliling sambil melayani masyarakat," kata Merlyn saat diwawancarai.

Pada kunjungan tersebut, masyarakat dan kader meminta perhatian pemerintah untuk membangun tempat layak, supaya pelayanan berjalan semakin baik dan tidak terganggu oleh cuaca yang kadang hujan.

Menanggapi permintaan itu, Merlyn pun berharap agar masyarakat setempat bisa menghibahkan tanah terlebih dahulu sebelum nanti dilanjutkan ke pimpinan daerah. 

Di tengah keterbatasan itu, Merlyn mengapresiasi para Nakes yang tetap memberikan pelayanan  sebaik mungkin. Mengingat, layanan di Posyandu itu sangat diperlukan masyarakat karena jarak ke Puskesmas jauh. 

"Kemarin-kemarin komunikasi dengan pihak kelurahan kurang. Kelurahan juga baru tahu ada pelayanan di situ. Sehingga tadi saya dan  pak lurah Kamoro Jaya turun dan melihat. Jadi saya minta Kepala Kampung dan Kepala Kelurahan yang berbatasan supaya cari solusi tentang tanah di situ," pungkasnya. (Martha)