Mandiri Ekonomi, Wenas Pigome Buka Usaha Bengkel di Nabire
Papua60detik - Di tengah minimnya perhatian dan dukungan dari pemerintah daerah, seorang putra asli Papua, Wenas Pigome, tetap menunjukkan semangat kemandirian dengan mengembangkan usaha bengkel las dan perbaikan mesin di wilayah Karang Barat, Gel-Gel, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah.
Usaha bengkel yang telah dirintis sejak tahun 2015 ini dikenal sebagai salah satu bengkel yang menangani berbagai jenis perbaikan mesin di Kota Nabire.
Dengan pengalaman yang dimiliki, Wenas Pigome melayani perbaikan beragam mesin, mulai dari chain saw, mesin diesel, alat komunikasi (alkom) serta berbagai jenis mesin lainnya.
Selain jasa perbaikan mesin, bengkel tersebut juga menyediakan layanan pembuatan konstruksi besi.
Layanan yang dikerjakan meliputi pembuatan kanopi rumah, terali jendela dan pintu, pagar besi, bak mobil, hingga pengasahan dan ukiran menggunakan gerinda.
Wenas Pigome menyampaikan bahwa usaha ini menjadi bukti nyata bahwa anak asli Papua mampu bersaing dan berkarya di tanahnya sendiri. Ia juga mengajak masyarakat untuk mendukung usaha lokal dengan memanfaatkan jasa bengkel milik orang asli Papua.
“Orang Papua bukan tidak mampu, tapi sering kali tidak diberi ruang dan kesempatan. Kami bisa, asalkan diberi peluang yang sama,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Nabire maupun Pemerintah Provinsi Papua Tengah memberikan perhatian lebih melalui program pelatihan keterampilan, khususnya di bidang las dan teknik mesin, dengan mengutamakan putra-putri asli Papua.
Menurutnya, sebagai daerah yang berstatus otonomi khusus, kebijakan pembangunan sumber daya manusia seharusnya memberikan ruang yang adil bagi masyarakat asli Papua untuk berkembang dan mandiri secara ekonomi.
Wenas menegaskan, keberadaan usaha lokal seperti bengkel tidak hanya menjadi sumber penghasilan, tetapi juga bagian dari upaya membangun kemandirian ekonomi masyarakat Papua di atas tanahnya sendiri.
Pekerja bengkel, John Pigome mengaku telah banyak mendapat pelanggan. Semua berkat kejujuran, tanggung jawab dan dedikasi pada pekerjaan
“Kepercayaan itu tidak datang begitu saja, tetapi dibangun dari kerja keras, kejujuran, dan kesetiaan dalam menjalankan tanggung jawab,” ungkapnya.
Semangat dan konsistensi yang ditunjukkan oleh pelaku usaha lokal ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Papua untuk terus berkarya, mandiri, dan berkontribusi dalam pembangunan daerah. (Elia Douw)