Mentan Sebut Pertanian Modern Papua Selatan Sejajar Jepang-AS
Papua60detik - Kementerian Pertanian (Kementan) mengklaim pertanian modern di Kabupaten Merauke, Papua Selatan sejajar dengan Jepang dan Amerika Serikat melalui mekanisasi serta penguasaan teknologi.
"Teknologi yang digunakan Merauke, Papua Selatan itu sejajar dengan Jepang, yang digunakan di Amerika dan negara-negara lain," kata Mentan Andi Amran Sulaiman saat memimpin pelaksanaan program cetak sawah dan optimalisasi lahan seluas 137 ribu hektare di Kampung Waninggap Kai, Kecamatan Semangga, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, Sabtu (4/7/2026) seperti dilansir ANTARA.
Mentan menegaskan hal itu usai melihat langsung anak muda Merauke mengoperasikan drone dan berbagai alat mesin pertanian (alsintan) modern. Katanya, ini jadi bukti pertanian di Merauke, telah sejajar dengan praktik pertanian di negara-negara maju.
Penguasaan teknologi oleh generasi muda Papua tersebut menjadi fondasi penting dalam percepatan swasembada pangan nasional sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat Papua.
Amran mengaku bangga melihat generasi muda Merauke mampu menguasai teknologi pertanian yang selama ini identik digunakan di negara-negara maju.
"Inilah tujuan kita, transfer teknologi kepada putra-putri terbaik daerah ini," kata Amran.
Menurutnya, keberhasilan penguasaan teknologi tersebut membuktikan pertanian modern di Merauke kini telah sejajar dengan negara-negara maju.
Mentan mengatakan mekanisasi menjadi kunci peningkatan produktivitas pertanian di Papua Selatan. Petani kini tidak lagi bergantung pada cara-cara konvensional karena seluruh tahapan budidaya mulai dari tanam hingga panen dilakukan menggunakan teknologi modern.
"Makanya, mereka menggunakan drone, tanam menggunakan rice transplanter, menggunakan combine harvester, itu luar biasa," katanya.
Mentan mengungkapkan kunjungannya ke Merauke menjadi momen berkesan setelah menjalani agenda kenegaraan yang padat mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam lawatan luar negeri.
"Tapi hari ini lelah saya terbayar karena mendengar berita baik dari para putra daerah berhasil," ucapnya.
Menurut Amran, penerapan teknologi modern telah memberikan dampak nyata terhadap peningkatan intensitas tanam maupun produktivitas pertanian di Merauke.
"Alat yang digunakan dan tadi peningkatan indeks pertanaman (IP), ini kini bukan basa-basi. Tadi yang berbicara mereka. IP itu tingkat nasional sekitar 1,6 sampai 1,7. Di Merauke itu sudah IP 2, artinya dua kali tanam per tahun. Kalau bisa tiga kali," kata Mentan.
Selain frekuensi tanam yang meningkat, menurutnya produktivitas padi juga terus mengalami kenaikan. Jika sebelumnya hasil panen hanya sekitar tiga ton gabah per hektare, kini banyak petani telah mampu menghasilkan empat hingga tujuh ton per hektare.
"Dulu produksinya tiga ton, sekarang sudah ada empat ton, lima ton, ada enam ton, ada tujuh ton. Ini untuk semua rakyat, untuk kesejahteraan masyarakat kita. Pendapatannya naik. Tadi Pak Bupati sampaikan sampai 300 persen. Ini luar biasa," ujarnya.
Mentan menegaskan seluruh alat dan mesin pertanian yang disalurkan pemerintah merupakan aset yang diperuntukkan bagi masyarakat Papua agar mampu meningkatkan kesejahteraan mereka.
"Semua peralatan ini adalah untuk masyarakat yang ada di sini," katanya.
Bahkan, saat berada di lokasi, Mentan mencoba langsung mengoperasikan traktor modern bersama operator lokal. Ia mengaku terkesan melihat kemampuan para operator muda Papua yang telah menguasai teknologi tersebut.
"Yang menarik adalah, saya buka tasnya, ada HP. Itu kayak iPhone. Artinya kesejahteraan mereka meningkat karena menguasai teknologi," ucap Amran.
Ke depan, Kementerian Pertanian akan terus memperkuat pendampingan di Merauke agar seluruh proses budidaya dilakukan dengan teknologi modern, mulai dari pembibitan hingga pascapanen menggunakan mesin pengering gabah.
Transformasi pertanian modern tersebut berjalan seiring dengan besarnya pengembangan kawasan pangan di Tanah Papua.
Hingga 2026 pemerintah telah mengembangkan 83.030 hektare cetak sawah dan 54.399 hektare optimalisasi lahan, dengan Papua Selatan menjadi pusat pengembangan terbesar melalui 48.934 hektare cetak sawah dan 53.499 hektare optimalisasi lahan. (Redaksi)