Pemerintah Pusat Kurangi Bantuan Pangan Nasional ke Mimika
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mimika, Yulius Kago, foto; Martha/ Papua60detik
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mimika, Yulius Kago, foto; Martha/ Papua60detik

Papua60detik - Pemerintah pusat tahun ini mengurangi jumlah bantuan pangan nasional (Bapanas). Bantuan itu berupa beras 10 kg per KK yang disalurkan setiap tiga bulan. 

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Mimika, Yulius Kago mengatakan, tahun lalu pemerintah mengirimkan 223 ribu ton beras. Tahun ini berkurang menjadi 221 ton. Sebab itu penerima manfaat di beberapa kampung dan kelurahan dikurangi.

"Jadi itu berkurang sekitar 12 ton. Dan sekarang semua sudah tersebar di 133 kampung di 18 distrik," ujarnya saat diwawancarai, Senin (07/10/2024). 

Namun, akibat pengurangan penerima manfaat ini, Kelurahan Perintis memilih menolak bantuan tersebut. Yulius menjelaskan sebelumnya jumlah penerima manfaat di kelurahan perintis adalah 14 KK, namun dikurangi menjadi 13 KK. 

"Karena penerima manfaat dikurangi, Lurah Perintis akhirnya menolak. Makanya kami minta supaya Lurah membuat surat penolakan sehingga kami bisa melaporkan ke pusat alasan mereka menolak," terangnya. 

Yulius Koga sendiri tidak mengetahui alasan penurunan jumlah bantuan ini. Bahkan, ia pun tidak tahu sumber data yang dipakai pusat itu dari mana. Kata Yulius, data penerima bantuan itu sudah langsung dari pusat walaupun di setiap distrik itu tak bisa dipastikan akurasi datamya.

"Harusnya ada koordinasi dengan kita, sehingga kita bisa memberikan data. Tetapi, ya karena terjadi seperti itu makanya sekarang ini ada satu distrik yang terima hanya 5 KK, seperti Hoya, Alama, Jila. Saya marah kepada Bulog, walupun mereka hanya sebagai penyedia saja. Tetapi saya sempat sampaikan kalau tahu begini, saya tidak akan tanda tangani berita acara itu," geramnya. 

Yulius kesal karena penerima manfaat bantuan pangan nasional ini tidak merata. Ia menyebut kejadian itu baru terjadi tahun ini di sepanjang tiga tahun berjalannya program Bapanas. 

Untuk mengatasi masalah tersebut, maka Yulius memutuskan akan menutupi kekurangan itu menggunakan cadangan pangan daerah. 

"Ke depan akan lihat bagaimana, saya mau sampaikan, dalam hal ini kami hanya memantau pendistribusiannya dan Bulog itu sebagai penyedia terus transporter itu menggunakan jasa pihak ke tiga. Jadi, setiap distribusi turun kami selalu pantau, ambil gambar, lalu laporkan ke Bapanas," pungkasnya. (Martha)