Trauma Healing Nakes Pasca Penembakan, John Rettob: Jangan Dibesar-besarkan
Papua60detik - Pasca penembakan pilot Glen Malcolm Conning di Distrik Alama semua tenaga kesehatan di sana ditarik kembali ke Timika.
Plt Bupati Mimika, Johannes Rettob sendiri menolak istilah 'ditarik'. Ia memilih menggunakan 'dikembalikan'.
"Bukan ditarik tapi kembali Timika, trauma healing," kata John Rettob, Jumat (16/8/2024).
Soal tuntutan kepada Pemkab Mimika, misalnya dari Komnas HAM Papua untuk menyiapkan trauma healing bagi para nakes menurutnya berlebihan.
“Saya komentar yah, Itu sebenarnya terlalu berlebihan, itu terlalu di besar-besarkan. Mereka (nakes) itu tidak apa-apa sebenarnya, tidak ada masalah anak-anak itu. Terlalu dibesar-besarkan sampai Komnas HAM turun lah, itu terlalu dibesar-besarkan,” kata John Rettob.
“Terjadi penembakan bukan cuman mereka saja yah, orang di sekitarnya juga pasti melihatnya, trauma itu pasti, tapi itu terlalu berlebihan menurut saya, biasa aja kok sebenarnya, kembali ke kita saja menyikapinya bagaimana,” tambahnya.
Terkait pelayanan kesehatan dan pelayanan lain pemerintah di Alama, Pemkab Mimika berkoordinasi dengan pihak kemanan untuk mencari solusi.
"Tapi bukan berarti pelayanan (kesehatan di Alama) sama sekali tidak ada, di sana ada tenaga lokal. Jadi tidak ada soal," katanya.
Sebelumnya, Kepala perwakilan Komnas HAM Papua Frits Ramandey meminta pimpinan daerah Mimika tidak tinggal diam pasca pembunuhan pilot asal Selandia Baru Glen Malcolm Conning di Distrik Alama.
"Juga pastikan para nakes dan guru pasca kejadian ini nasib mereka jangan diabaikan, begitu juga dengan layanan ke masyarakat. Jangan-jangan kantor distrik juga tidak aktif di sana," ujar Frits kepada wartawan, Rabu 14 Agustus.
Kata Frits, Puskesmas di Alama rata-rata per hari melayani sekitar 50 warga. Pelayanan pemerintah ia minta segera dipulihkan.
Frits menyarankan Plt Bupati Mimika, Johannes Rettob berkoordinasi dengan Kapolres. Termasuk mengirim psikolog untuk trauma healing bagi guru dan nakes.
"Bupati harus ambil langkah cepat, bupati tidak bisa membiarkan ini, bupati harus jadi pihak terdepan. Jangan diserahkan ke organik Satgas ini," jelas Frits.
"Di level atas, gubernur bahkan pemerintah pusat telah memberi perhatian, masak di level kabupaten tidak ada perhatian. Ini bagaimana? Ini kewajiban pemerintah untuk melanjutkan pelayanan publik," pungkasnya. (Faris)