YPMAK Latih Staf Lapangan Kampung Sehat, Fokus ke Community Participation
YPMAK gelar pelatihan community participation bagi mitra program kampung sehat, foto: Martha/ Papua60detik
YPMAK gelar pelatihan community participation bagi mitra program kampung sehat, foto: Martha/ Papua60detik

Papua60detik – Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme Kamoro (YPMAK) selalu pengelola dana kemitraan PTFI memberikan pelatihan community participation bagi staf lapangan program kampung sehat di Kabupaten Mimika.

YPMAK bersama mitra pelaksana Yayasan Care Peduli menggelar pelatihan selama tiga hari, Rabu (28/1/2026) di Swiss-Belinn Hotel.

Tiga lembaga mitra YPMAK juga turut di dalam pelatihan ini yakni Yayasan Ekologi Papua (YEP), Yayasan Papua Lestari, dan Yayasan Rumsram.

Project Manager Yayasan Care Peduli, Tengku Rodan, menjelaskan bahwa pelatihan community participation bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan pengetahuan staf lapangan dari mitra pelaksana Program Kampung Sehat, khususnya dalam melibatkan peran serta masyarakat kampung.

"Bagaimana cara melibatkan peran serta masyarakat dengan tujuan potensi kampung ini bisa kita arahkan ke kemandirian terutama dalam isu kesehatan. Tujuannya, kampung lebih mandiri, masyarakat lebih mandiri, paham tentang isu kesehatan," ujar Tengku Rodan. 

Pada pelatihan selama tiga hari ini, para petugas lapangan seperti bidan dan perawat dibekali materi tentang cara mengidentifikasi potensi kampung, termasuk peran tokoh-tokoh dan komunitas lokal, agar dapat menjadi agen perubahan dalam isu kesehatan di tingkat kampung dan desa.

Menurutnya, isu kesehatan bukan hanya urusan mengobati penyakit, melainkan bagaimana mendorong perubahan perilaku di masyarakat. Nantinya, para staf lapangan hadir bukan sekadar untuk memberikan layanan kesehatan, tetapi juga menanamkan pemahaman dasar tentang pentingnya hidup sehat. 

"Harapannya, ada perubahan perilaku masyarakat ini yang kita tekankan tahun ini. Teman-teman kampung sehat bukan hanya datang mengobati, tetapi memberikan pengetahuan dasar tentang kesehatan kepada masyarakat," tambahnya. 

Perubahan perilaku yang diharapkan seperti mengetahui cara mencegah malaria, menjaga kebersihan lingkungan, serta membiasakan pola hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari. 

Materi yang diberikan selama tiga hari ini adalah Partisipatif Learning and Action (PLA) yaitu bagaimana melibatkan masyarakat, mengajak masyarakat bwlajar, dan melakukan aksi bersama. 

"Di tahun pertama memang kita belum melihat keterlibatan masyarakat secara signifikan. Tahun ini, harapannya masyakat bukan lagi sebagai objek, melainkan sebagai subjek penggerak perilaku," 

Akhir tahun nanti, Yayasan Care Peduli akan menilai kampung mana yang sudah mandiri dan memahami isu kesehatan. Dari 18 kampung dampingan, ia berharap setidaknya dua hingga empat kampung dapat mencapai tahap kemandirian sekaligus bisa menjadi pilot project. 

"Selama ini kan akses pelayanan kesehatan sudah cukup terbuka, tetapi bagaimana masyarakat paham isu kesehatan. Kira-kira kalau sedang sakit mereka tahu harus mengakses layanan kesehatan," pungkasnya. (Martha)