Albertus Adii: KNPI Pusat Boleh Dualisme, Papua Tengah Tetap Satu
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik atau (Kesbangpol) Papua Tengah, Albertus Adii. Foto : Elias Douw/ Papua60detik
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik atau (Kesbangpol) Papua Tengah, Albertus Adii. Foto : Elias Douw/ Papua60detik

Papua60detik - Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik atau (Kesbangpol) Papua Tengah, Albertus Adii menanggapi perpecahan KNPI Pusat yang menjalar hingga ke daerah, seperti di Papua Tengah.

"DPP KNPI pusat boleh ada dualisme, tapi KNPI Papua tengah tetap satu,” kata Albertus Adii menyikapi terjadinya dinamika dualisme KNPI Papua Tengah, di Nabire Papua Tengah pada Senin (1/9/2025).

Katanya, sejak KNPI terbentuk di Papua Tengah pada tahun 2022, animo Pemuda di Papua Tengah cukup antusias baik.

"Namun secara organisasi belum maksimal, karena secara organisasi belum memiliki pemimpin yang pasti, dan juga belum melaksanakan musyawarah daerah," ujarnya. 

Ia mengakui, perpecahan di tingkat pusat berpengaruh terhadap kinerja organisasi KNPI di daerah, termasuk di Papua Tengah.

"Harapan kami dengan melihat animo dan dinamika di Papua Tengah, kami akan berupaya untuk mediasi para pemuda dalam rangka persiapan pelaksanaan Musda KNPI Papua Tengah," katanya. 

Ketua Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Nabire, Michael Edowai mengaku prihatin dengan dualisme yang terjadi.

"Isu-isu atau hal-hal yang dilakukan oleh orang Jakarta mau dualisme, tigalisme kah itu urusan Jakarta, yang terpenting adalah kami OKP Cipayung akan bergerak akomodir untuk beraudiensi dengan kedua belah pihak KNPI Papua Tengah yang terjadi dualisme itu dalam waktu tiga sampai empat hari ke depan," ujarnya.

Ia menyebut akan membuat pakta integritas yang ditandatangani oleh Cipayung plus sebagai organisasi pendukung KNPI, untuk mendukung KNPI yang resmi terdaftar atau yang memenuhi syarat.

“Harapan kami Cipayung jangan ikut terpengaruh dengan hal-hal tidak benar, KNPI ini bukan jabatan politik tapi KNPI ini wadah untuk menyiapkan kader untuk menuju pemimpin-pemimpin berkualitas secara khusus di Papua Tengah,” katanya.  (Elias Douw)