Anggota DPR Papua Tengah Pertanyakan Stok BBM di Deiyai
Papua60detik - Anggota DPR Papua Tengah, Elias Anou menyoroti situasi warga Kabupaten Deiyai yang hingga kini belum menikmati penerangan pasca longsor yang mengakibatkan putusnya Jalan Nabire d kilometer 139 dan 141.
"Dampak yang paling nampak sekali adalah BBM, baik itu untuk penerangan PLTD yang berkedudukan di Deiyai maupun untuk BBM kendaraan roda dua dan roda empat. Beberapa hari setelah jalan putus Harga BBM harga BBM di Dogiyai, Deiyai, dan untuk jenis bensin naik tembus sampai 50-150 ribu per liter," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima papua60detik, Senin (25/8/2025). pagi.
Ia mengaku banyak menerima keluhan warga tentang pelayanan PLTD Deiyai yang belum normal, hanya beroperasi dari pukul 19.00 hingga pukul 24.00.
"Upaya Pemerintah Provinsi untuk mengatasi kekurangan BBM di tiga kabupaten sudah dilakukan dengan cara pendropan BBM melalui udara lewat bandara Wagete dari Timika itu dikemanakan lantaran sudah tiga malam belum dinyalakan lampunya," ujarnya.
Ia mendesak pemerintah melakukan segala upaya untuk menjawab kebutuhan rakyat di tiga kabupaten terdampak.
Pertamina Patra Niaga Klaim Penyaluran BBM Terpenuhi Pasca Longsor
PT Pertamina Patra Niaga dalam rilis tertulis mengklaim penyaluran BBM ke lembaga penyalur terdampak di Kabupaten Dogiyai, Deiyai dan Paniai sudah berjalan normal kembali yang sebelumnya mengalami kendala distribusi akibat putusnya akses Jalan Trans Nabire KM 139–141.
“Per hari ini, Pertamina telah menyalurkan BBM ke lembaga penyalur terdampak, yakni 2 SPBU di Kab. Dogiyai (SPBU 8498805 dan SPBU 8698809), SPBU 8698705 di Kab. Deiyai dan 3 SPBU di Kab. Paniai (SPBU 8598701, SPBU 8698704, dan SPBU 8697404),” kata Ispiani Abbas selaku Area Manager Communication, Relation & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku dalam keterangan persnya pada Minggu (24/08/3025).
Katanya, berkat dukungan dari pemerintah daerah setempat, pada 23 Agustus 2025, jalur yang sempat terputus akibat longsor telah berhasil dibuka kembali dan dapat dilalui kendaraan, termasuk mobil tangki BBM. Pertamina yang sebelumnya telah menyiagakan mobil tangki bermuatan BBM, langsung bergerak untuk mendistribusikan BBM ke SPBU-SPBU terdampak.
Seluruh SPBU tersebut disuplai dari Fuel Terminal (FT) Nabire, ketahanan stok yang ada di FT Nabire dalam kondisi aman dan siap untuk disalurakan. Per hari ini, ketahanan stok di FT Nabire adalah untuk produk gasoline (Pertamax Series dan Pertalite) sekitar 7 hari ke depan dan produk gasoil (Dex Series dan Solar) sekitar 13 hari ke depan. Stok ini akan tetap dijaga seiring dengan suplai yang akan masuk ke FT Nabire.
“Sebelumnya, sebagai bagian dari upaya pemenuhan kebutuhan energi bagi masyarakat, Pertamina berkoordinasi dengan PLN dengan melakukan pengiriman BBM untuk operasional PLN melalui jalur udara ke Kabupayeb Deiyai pada (23/08) kemarin,” kata Ispi. (Elias Douw)