Bank Dunia Nilai Kompetensi Aparatur Kampung di Papua Masih Rendah
Pembukaan pelatihan peningkatan kapasitas aparatur kampung di Hotel Horison Diana, Rabu (1/11/2023). Foto: Faris/ Papua60detik
Pembukaan pelatihan peningkatan kapasitas aparatur kampung di Hotel Horison Diana, Rabu (1/11/2023). Foto: Faris/ Papua60detik

Papua60detik - Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri) melalui  Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa memberikan pelatihan kepada aparatur kampung.

Analis Kebijakan Ahli Madya, Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa Nana Wahyudi menjelaskan pelatihan yang digelar merupakan bentuk kerja sama antara Pemerintah Indonesia dengan Bank Dunia (World Bank).

"Jadi program ini dibiayai oleh Bank Dunia melalui Program Penguatan Pemerintahan dan Pembangunan Desa (P3PD)," katanya dalam kegiatan peningkatan kapasitas SDM di Hotel Horison Diana, Rabu (1/11/2023).

Ia melanjutkan, kegiatan diikuti 8 distrik, 532 peserta dari 133 kampung yang akan dibagi menjadi dua angkatan. Angkatan pertama sebanyak 200 peserta dari 50 kampung, dan sisanya akan dilakukan dalam waktu dekat dengan jumlah 332 peserta dari 83 kampung.

"Khusus untuk Mimika sekarang angkatan I itu sudah diikuti oleh 201 peserta dari target seluruh Kabupaten Mimika 8 Distrik, dalam kota saja, tidak semua distrik ya, kita hanya target 8 distrik saja dan di 133 kampung dan untuk saudara-saudara kita sejumlah 523 peserta ya. Jadi yang mengikuti pelatihan ini ada beberapa unsur pertama aparatur kampung, kelompok PKK, Badan Musyawarah Kampung (Bamuskam), pengurus lembaga adat dan kampung," ujarnya.

Nana menyebutkan ada beberapa tema pelatihan yang diberikan yakni tentang Bamuskam, kelembagaan kampung, posyandu, kerjasama desa, tata kelola pemerintahan kampung yang meliputi pengelolaan anggaran hingga penerbitan aturan di kampung.

"Pelatihan ini dalam rangka peningkatan dan kompetensi aparatur kampung, juga aktivitas belanja, artinya pemerintah kampung bisa merencanakan program kampung yang didanai DD dan ADD dengan baik," terangnya.

Program peningkatan kapasitas ini akan bergulir kembali di tahun 2024 mendatang untuk distrik yang belum berpartisipasi.

Nana menjelaskan berdasarkan hasil studi dan penilaian Bank Dunia, tingkat kompetensi dari aparatur desa atau kampung di Papua masih rendah, sehingga mereka menetapkan beberapa kabupaten seperti Mimika, Merauke, Keerom, dan Jayapura di Papua untuk diberikan pelatihan.

"Kegiatan ini untuk rangsangan saja, Dana Desa (DD) ini kan sudah sejak 10 tahun bergulir di era Pak Jokowi, jadi ini (dilihat) bagaimana pengelolaannya dari sisi pemerintahan, pembangunan dan pemberdayaan masyarakatnya," terangnya.

Staf Ahli Bupati Septinus Timang mengungkapkan terima kasih kepada Kemendagri khususnya Ditjen Bina Pemerintahan Desa yang telah memberikan pelatihan.

Septinus berharap adanya pelatihan membuat aparatur kampung mulai dari kepala kampung dan perangkatnya dapat mengelola dana dari pemerintah pusat dan daerah yang diberikan ke kampung melalui Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD).

Oleh karena itu, ia berharap kegiatan ini dapat berkelanjutan untuk betul-betul bisa mengasah kapasitas aparatur kampung di Kabupaten Mimika.

"Harapan kami dengan pelatihan ini minimal ada transfer pengetahuan dari narasumber ke teman-teman aparatur kampung agar mereka bisa dapat ilmu yang bisa diaplikasikan ke kampung," harap Timang. (Faris)