Dalang Pembunuhan Pemicu Konflik Kwamki Narama Dibekuk, Polisi Ungkap Skema Sadis Berencana
Papua60detik — Polres Mimika akhirnya membekuk pelaku utama pembunuhan yang menjadi pemicu konflik berdarah di Kwamki Narama. Penangkapan ini sekaligus mengungkap skenario kejahatan terencana yang berujung pada tewasnya korban berinisial LN.
Kapolres Mimika, Billyandha Hildiario Budiman, menegaskan bahwa pengungkapan kasus ini merupakan hasil kerja Satreskrim yang dibackup Satgas Operasi Damai Cartenz.
“Pelaku utama berinisial EH alias E berhasil kami amankan setelah sempat melarikan diri. Ini adalah kejahatan serius terhadap nyawa dengan perencanaan matang,” ujar Billy.
Selain EH, polisi juga mengamankan sejumlah terduga pelaku yang terlibat yakni AH, NA, LA, JM, BA, JA dan IM.
Peristiwa pembunuhan terjadi pada Minggu dini hari, 29 Maret 2026. Berdasarkan hasil penyidikan, aksi tersebut tidak dilakukan secara spontan, melainkan dirancang oleh sejumlah pelaku dengan memanfaatkan seorang perempuan untuk menjebak korban.
Korban dipancing bertemu di sebuah hotel, sebelum akhirnya diserang menggunakan senjata tajam oleh beberapa pelaku yang telah bersiaga. Setelah dieksekusi, jasad korban dibungkus dan dibuang di kawasan Jalan Freeport Lama, yang kemudian memicu ketegangan dan konflik antar kelompok warga.
Kapolres menjelaskan, motif pembunuhan diduga kuat dilatarbelakangi dendam pribadi.
Proses penangkapan sempat mengalami kendala karena tersangka melarikan diri saat hendak diamankan. Namun, pada 15 April 2026, tim berhasil meringkus tersangka di kawasan SP1, Distrik Wania.
“Pelaku kini telah ditahan dan akan diproses sesuai hukum yang berlaku. Kami juga terus memburu dan mendalami peran pelaku lain yang terlibat,” ujar Kapolres.
Dalam pengungkapan kasus ini, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain senjata tajam (parang dan sangkur), anak panah, kendaraan, pakaian pelaku, serta barang lain yang berkaitan dengan tindak pidana.
Para pelaku dijerat pasal pembunuhan dan penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia sesuai ketentuan KUHP.
Kasus ini menjadi perhatian serius aparat, mengingat dampaknya yang memicu konflik sosial di Kwamki Narama. Polisi memastikan langkah penegakan hukum akan terus dikedepankan guna menjaga stabilitas keamanan di wilayah Mimika. (Eka)