Belum Ada Penerbangan ke Distrik Hoya Sejak Penembakan Helikopter TNI
Distrik Hoya Kabupaten Mimika
Distrik Hoya Kabupaten Mimika

Papua60detik - Hingga bulan kedua 2025 masih belum ada penerbangan dari Timika menuju Distrik Hoya, Kabupaten Mimika sejak insiden penembakan helikopter milik TNI pada November 2024 silam. 

Komandan Kodim 1710/Mimika Letkol Inf Slamet Wijaya menyebut telah komunikasi dengan warga yang memastikan belum ada maskapai penerbangan yang berani masuk ke Hoya. 

"Ada beberapa masyarakat yang komunikasi dengan kami kalau penerbangan sipil kemarin kami cek belum ada yang berani masuk. Apakah itu pertimbangan keamanan atau mungkin sarana yang tidak sanggup, kami belum tahu," kata Slamet kepada wartawan, Jumat (31/2/2025). 

Sementara untuk penerbangan dari TNI sendiri katanya merupakan wewenang dari Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan). 

Diketahui pada 26 November 2024, telah terjadi insiden penembakan helikopter caracal milik TNI AU oleh orang tak dikenal di Distrik Hoya, Kabupaten Mimika. 

Akibatnya hingga Februari 2025 ini tidak ada penerbangan ke Distrik Hoya, Kabupaten Mimika.

Sebelumnya, Pj Sekda Mimika, Petrus Yumte mengonfirmasi saat ini layanan penerbangan ke beberapa wilayah pedalaman Mimika terhenti. Menurutnya, hal itu akibat kondisi keamanan masih belum terjamin. Ia tak bisa memastikan, kapan layanan penerbangan kembali pulih.

"Jika dari pihak keamanan mengatakan aman, pasti teman-teman dari dinas perhubungan juga akan layani penerbangan. Pemda juga akan terus berkoordinasi dengan otoritas keamanan," kata Petrus Yumte.

Pada sisi lain warga di pedalaman dalam banyak hal sangat bergantung pada layanan penerbangan. anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika, Dolfin Beanal, mendesak Pemkab Mimika segera membuka rute penerbangan agar warga kembali dapat layanan kesehatan, pendidikan dan perekonomian.

"Ini kondisi darurat. Transportasi udara bukan sekadar kebutuhan, tapi urat nadi kehidupan masyarakat di pedalaman," katanya. (Eka)