Bercerita dengan Faisal, Si Penjual Kelapa Parut
Lapak kelapa parut Faisal di Pasar Sentral. Foto: Martha/ Papua60detik
Lapak kelapa parut Faisal di Pasar Sentral. Foto: Martha/ Papua60detik

Papua60detik - Kesabaran adalan modal penting bagi Faisal dalam menggeluti usaha jual kelapa parut di Pasar Sentral, Kabupaten Mimika.

Bagaimana tidak, pria berusia 50-an itu sudah menggeluti usaha ini sejak tahun 2011. Dalam 13 tahun, dia bercerita banyak suka duka dialami. Mulai dari permintaan masyarakat yang naik turun, buah kelapa yang terlihat bagus di luar ternyata di dalam busuk. Tentu itu tidak sesuai dengan ekspektasinya. 

Namun, Faisal selalu mengesampingkan rasa kecewanya, tetap berjualan kelapa sudah dia tanamkan dalam dirinya. Dan benar saja, buah kelapa kecil yang bulat itu ternyata membuka banyak pintu rezeki.

Kata Faisal, dulu ada seseorang yang mau membeli tempurung kelapanya. Hal itu membuka pikiran Faisal akhirnya berlangganan ke beberapa rumah makan untuk menjual tempurung kelapa.

"Tempurung itu dibuat untuk membakar ikan, ayam. Bahkan, sabuk kelapa ini laku juga. Biasanya membakar ikan cakalang dan ikan asar," ujarnya, Sabtu (23/03/2024).

Hari-hari biasa bukan untung besar yang didapat Faisal. Dari pukul 06.00 WIT hingga pukul 18.00 WIT, kelapa parut yang terjual senilai Rp500 ribu sampai Rp700 ribu. Dan dari pendapatan itu, dia harus membayar satu orang anak buah yang membantunya. Kalau dihitung-hitung dengan biaya berangkat pulang-pergi dari Koperapoka ke Pasar Sentral serta biaya hidup keluarga, tentu sangat kurang. Untungnya Faisal punya kendaraan sendiri sehingga mengurangi biaya pengeluaran.

Beberapa hari menjelang lebaran nanti, Faisal bermaksud menambah anak buah. Dari pengalaman tahun sebelumnya, setiap jelang lebaran biasanya pelanggan meningkat. Dan saat itu juga harga kelapa akan dinaikkan dari Rp15 ribu dua buah menjadi Rp10 ribu per buah. 

"Kenaikan itu biasanya kebijakan kita bukan dari sumber kelapanya. Karena kita harus berbagi kepada anak buah. Namanya lebaran, setiap orang harusnya bersukacita, jadi kita ajak teman untuk membantu dan kita bagi rezeki kita," tambahnya. 

Bukan hanya itu, ternyata selama bulan Puasa ini, Faisal sering memberi kelapa gratis kepada pelanggan. Dia memanfaatkan usahanya untuk berbagi dengan orang lain. Dia berharap agar setiap tahunnya diberi kesehatan sehingga bisa mengalami masa Ramadan dengan sukacita. 

"Bukan hanya jelang lebaran saja, setiap hari saya berdoa supaya para pelanggan saya banyak rezeki, sehingga mereka punya uang untuk membeli kelapa ini. Itu saja," jawab Faisal saat ditanya apa harapannya tentang pelanggan menjelang lebaran.

Suara mesin kelapa parut kembali menderu, rupanya anak buah Faisal sedang melayani beberapa pembeli yang mendatangi lapaknya. Tampak senyum di wajah Faisal. Ya, dia mengatakan deru mesin kelapanya adalah bunyi yang sangat menyenangkan pendengarannya. Sambil tertawa, dia menambahkan bahwa semua penjual kelapa parut pasti menginginkan hal yang sama yaitu mendengar deru mesin kelapa masing-masing.

"Kita tidak bisa menduga kapan pelanggan datang. Kita juga tidak bisa mengatur kapan pelanggan harus datang. Kita hanya perlu siap, ini adalah pegangan saya selama ini. Ada pelanggan, Alhamdulilah. Gak ada pelanggan, ya Alhamdulilah juga. Semua sudah diatur," ucapnya mengakhiri percakapan. (Martha)