Beredar Informasi Seorang Warga Sipil Kena Tembak di Dogiyai, ini Kata Kapolda
Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol Alfred Papare Foto : Elias Douw/ Papua60detik.
Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol Alfred Papare Foto : Elias Douw/ Papua60detik.

Papua60detik - Beredar informasi yang menyebutkan seorang warga sipil bernama Jebulon Pigai kena tembak di Kampung Deiyapa, Distrik Kamu Timur, Kabupaten Dogiyai Provinsi Papua Tengah pada Kamis 12 Juni lalu.

Menanggapi informasi itu, Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol Alfred Papare, menjelaskan memang anggotanya melepaskan tembakan saat melintas di lokasi yang disebutkan untuk melindungi warga.

Katanya, saat itu anggota kepolisian kebetulan beriringan dengan rombongan masyarakat yang akan turun ke Nabire. Di lokasi, sekelompok pemuda memalang kendaraan. 

"Anggota kita sudah sampaikan kalian tidak usah palang-palang, kalian pulang saja," Alfred Papare saat ditemui, Sabtu (14/6/2025).

Kelompok pemuda itu, Kapolda tak.menghiraukan imbauan polisi. Mereka justru menunjukkan senjata tajam. akhirnya polisi melepaskan tembakan peringatan.

Bukannya bubar, mereka ke bagian belakang dan memalang dan melakukan pelemparan terhadap kendaraan di bagian belakang. Melihat warga terancam, polisi turun membubarkan para pemuda.

"Sehingga anggota turun dari mobil melakukan tembakan untuk membubarkan mereka dan mereka melarikan diri," ungkap Papare.

Soal informasi tertembaknya seorang warga pada kejadian itu, Kapolda mengatakan hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan. Laporan dari fasilitas kesehatan pun tak ada.

"Ini hanya isu yang mereka sampaikan, kalau ada masyarakat yang tertembak yah kalo memang benar ada yah, kita berharap juga bisa laporkan identitasnya atau mungkin bisa kita bantu evakuasi ke rumah sakit untuk melakukan pengobatan. Prinsipnya apa yang dilakukan oleh anggota kami ini untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat yang melintas," katanya. 

Informasi yang menyebut penembakan terjadi saat polisi patroli dengan delapan mobil Avanza putih, dari arah Ugapuga menuju ke Moanemani juga dibantah Kapolres Dogiyai, Kompol Y Mince Mayor. 

Katanya, Polres Dogiyai tidak pernah melakukan patroli menggunakan delapan unit mobil Avanza putih pada tanggal dan waktu yang disebutkan. Dan, tidak ada kegiatan operasi atau patroli yang dilakukan oleh personel Polres Dogiyai di wilayah Kampung Deiyapa pada 12 Juni 2025 pukul 14.30 WIT.

Polres Dogiyai tengah melakukan koordinasi dan investigasi untuk menelusuri fakta sebenarnya serta mengidentifikasi sumber penyebaran informasi palsu tersebut. (Elias Douw)