Program MBG di Nabire Beroperasi Kembali 31 Maret 2026
Papua60detik - Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Nabire memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan kembali pada 31 Maret pekan depan.
Hal itu dipastikan dalam.rapat koordinasi yang digelar bersama Satgas MBG Kabupaten Nabire, dengan melibatkan seluruh kepala SPPG se-Kabupaten Nabire, Jumat siang (27/3/2026).
"Rapat ini menjadi langkah strategis untuk memastikan seluruh aspek teknis dan non-teknis telah siap sebelum program dijalankan," kata Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Nabire, Marsel Asyerem.
Program MBG di Nabire sebelumnya menghadapi masalah pelayanan. Pasca kejadian itu, BGN melakukan evaluasi menyeluruh.
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah poin penting menjadi fokus pembahasan, mulai dari kesiapan dapur, penerapan standar keamanan pangan, higienitas, hingga penguatan koordinasi antara Satgas MBG dan SPPG.
Selain itu, sistem distribusi makanan juga menjadi perhatian utama. Marsel menekankan bahwa penyaluran makanan harus dilakukan secara tepat waktu dan tepat sasaran agar manfaat program dapat dirasakan maksimal oleh masyarakat, khususnya anak-anak.
“Prinsip utama kami adalah memastikan setiap rupiah dari anggaran negara benar-benar sampai kepada masyarakat, khususnya masuk ke piring anak-anak, dengan aman, bergizi, dan penuh tanggung jawab,” tegasnya.
Ia berharap, saat program mulai berjalan nanti, seluruh persiapan telah matang sehingga pelaksanaan di lapangan tidak mengalami kendala berarti.
Awal April mendatang, Nabire mendapat tambahan dua unit dapur baru di wilayah Kalibobo dan Girimulyo. Dengan tambahan ini, sudah 14 dapur MBG beroperasi di Nabire.
Ke depan, ia berharap program MBG tidak hanya berdampak pada peningkatan gizi anak-anak, terutama para siswa di Papua, tetapi juga memberikan efek ekonomi yang lebih luas.
Menurut Marsel, keberadaan dapur MBG turut membuka peluang kerja bagi masyarakat serta memberdayakan pelaku UMKM lokal sebagai bagian dari rantai pasok bahan pangan.
“Melalui MBG, kami ingin memastikan anak-anak dapat menikmati asupan makanan bergizi yang mendukung kesehatan dan pertumbuhan mereka. Di sisi lain, program ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan pekerja dapur serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” pungkasnya. (Elia Douw)