Betapa Sulitnya Tertib Jaga Jarak Ketika Salat Id
Jemaah salat Idul Adha di Masjid Agung Babussalam, Selasa (20/7/2021). Foto: Burhan/Papua60detik
Jemaah salat Idul Adha di Masjid Agung Babussalam, Selasa (20/7/2021). Foto: Burhan/Papua60detik

Papua60detik - Di pintu gerbang Masjid Agung Babussalam, panitia menyediakan tiga unit hand sanitizer dan masker. Setiap jemaah salat Idul Adha yang masuk ke halaman masjid diarahkan membersihkan tangan.

Di sela takbir, dari mimbar, Ketua Dewan Kemakmuran Masjid Babussalam, Akhir Iribaram berkali-kali mengingatkan jemaah mengatur jarak shaf sesuai markah yang dipasang panitia. Jaraknya satu meter lebih.

Masjid terisi penuh, jemaah diarahkan mengatur shaf di halaman masjid.

Selasa (20/7/2021), pukul 07.00 WIT tepat, imam memulai salat Idul Adha berjemaah. Dari kiri dan kanan jemaah masih terus berdatangan. Shaf sampai ke jalan.

Ruang tak sebanding dengan jumlah jemaah. Dalam situasi demikian, mustahil mengikuti aturan pemerintah, berjarak 1,5 meter. Dan tak mungkin mengarahkan pulang mereka yang datang belakangan.

"Di momen seperti ini, kita mau membatasi sulit juga. Kita sudah sampaikan aturan-aturan dari pemerintah, mengantisipasi. Kami memohon maaf, suasananya seperti tadi. Kami sudah maksimal," kata Akhir Iribaram.

Salat dan khutbah yang disampaikan khatib singkat saja. Tak sampai satu jam sebagaimana diatur pemerintah.

Untungnya, semua jemaah sudah memakai masker. Pun jika ada yang lupa, panitia sudah menyiapkan di pintu gerbang.

Satgas Covid-19 Mimika memang mengizinkan pelaksanaan salat Idul Adha berjamaah di masjid. Tapi aturannya ketat untuk mengurangi risiko penularan covid-19. Di Timika, 75 masjid menggelar salat Idul Adha berjamaah.

Terlepas dari situasi itu, Akhir Iribaram berharap doa di momen Idul Adha tahun ini agar keadaan kembali normal dikabulkan.

"Mudah-mudahan dengan ibadah salat Idul Adha ini,  doa kita dikabulkan dengan mengangkat semua masalah wabah ini sehingga ke depan kita bisa salat seperti biasa," harapnya. (Burhan)