Bupati Bakal Pimpin Aksi Tutup Freeport Jika Smelter Tidak Dibangun di Timika
Papua60detik - Bupati Mimika, Eltinus Omaleng mengaku kecewa dengan rencana PT Freeport Indonesia (PTFI)) membangun smelter di luar wilayah Kabupaten Mimika.
Menurut Eltinus, sesuai Undang-Undang Minerba, smelter harusnya dibangun di daerah tambang.
Baca Juga: Warga Fanamo & Ohotia Butuh Rumah Layak Huni
"Tapi anehnya dibawa ke Jawa Timur, bahkan isunya akan dibangun di Fakfak. Mau dibangun di mana di Fakfak? Itu saya tegas tolak. Kalau mau bangun smelter itu harus bangun di Timika, karena kami dari masyarakat adat pun siapkan tanah, tidak ada kurang di sini. Kenapa freeport selalu dibawa keluar terus," kata Bupati, Rabu (15/11/2023).
Rencana pembangunan smelter itu mencuat saat Presiden Joko Widodo menerima Chairman and Chief Executive Officer Freeport-McMoRan Inc, Richard Adkerson di Hotel Waldorf Astoria, Washington DC, Amerika Serikat, Selasa (14/11/2023).
Pada pertemuan itu, presiden juga menyebut membuka opsi perpanjangan kontrak PTFI selama 20 tahun dan rencana pembelian saham PTFI sebesar 10 persen.
Pada Akun Instagramnya, Jokowi memuji PTFI yang mendukung program hilirisasi pemerintah Indonesia dengan komitmen membangun smelter.
"Dan pihak Freeport pun menunjukkan komitmennya membangun smelter di lokasi lain di Indonesia, tidak hanya di Surabaya, tapi di Kabupaten Fakfak Papua Barat, misalnya," kata Jokowi.
Padahal kata Eltinus, Pemkab Mimika telah menyiapkan tanah sebagai lokasi pembangunan smelter. Sebab itu, ia heran dan menolak rencana pembangunan smelter di Fakfak atau di daerah di luar Mimika.
“Karena kami dari masyarakat adat sudah siapkan tanah, tidak ada kurang di sini, kenapa Freeport harus bawa ke luar terus,” tuturnya.
Sementara terkait rencana pemerintah Indonesia menambah kepemilikan saham 10 persen di PTFI, Eltinus meminta saham tersebut berpihak kepada masyarakat pemilik hak ulayat. Apalagi katanya, Pemkab seringkali berhadap-hadapan dengan masyarakat adat yang menuntut kepemilikan saham di PTFI.
"Kami kaget juga bahwa pak Presiden ketemu dengan Adkerson di Amerika memberikan sepuluh saham. Baru untuk masyarakat adat di mana? Kalau seperti itu lebih baik kita tutup Freeport saja, tidak usah pakai kata-kata yang lain. Nanti saya sendiri yang akan pimpin untuk tutup Freeport," pungkasnya. (Faris-Eka)