Dinas Pertanian Target Penanaman Padi Gogo di Lahan Kering 148 Hektar
Papua60detik - Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Mimika menargetkan penanaman padi gogo di lahan kering seluas 148 hektar yang tersebar di sejumlah distrik Kabupaten Mimika.
Luasan tersebut sudah dibagi ke pada 12 Calon Petani Calon Lahan (CPCL). Dan Tahun ini para petani sudah harus menanam padi gogo.
Baca Juga: Bakal Diresmikan Menkop, Koperasi Merah Putih di Atuka Diproyeksi Jadi Penggerak Ekonomi Lokal
Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Mimika, Alice Irene Wanma mengaku, lrogram ini sesuai dengan arahan dari Kementerian Pertanian (Kementan), mendorong penanaman padi gogo untuk meningkatkan produksi padi nasional dan ketahanan pangan.
"Kita dikasih target untuk tanam padi gogo kering seluas 148 Ha. Dan itu sudah kita bagi ke 12 CPCL di masing-masing distrik. Mereka akan menanam tahun ini, mungkin tidak serentak. Kami sudah bagi bibitnya," ujar Alice Wanma saat diwawancarai, Kamis (06/02/2025).
Sementara untuk persawahan, targetnya mencapai 694 Ha. Kata Alice, untuk program ini, Dinas Pertanian masih mencari CPCL sebelum ada perintah dari pusat.
Untuk mendukung program tersebut, tahun lalu pemerintah sudah memberikan bantuan berupa alat dan mesin pertanian (alsintan) berupa traktor roda 4, traktor roda 2, pompa air, dan peralatan lainnya yang bisa dipakai untuk membuka lahan.
Program menanam padi gogo ini, sudah dilakukan tahun lalu berdasarkan inisiatif petani. Di mana bibitnya ditanam di selal-sela tanaman jadi tumpang sari dalam tanaman perkebunan. Di mana hasil dari beberapa hektar sudah dijadikan bibit.
Menurut Alice, minat petani untuk menanam padi di Timika memang masih kurang, sebab perawatannnya lebih mahal. Dibanding tanaman lain seperti sayuran, padi memakan waktu yang cukup lama untuk panen.
"Mereka melihat kalau tanam padi itu terlalu ribet, tiga bulan baru panen dan harus dijaga betul-betul. Kalau misalnya sayur itu cepat langsung jual itu alasan mereka membantu ekonomi dalam rumah tangga," terangnya.
Kata Alice, minat petani untuk menanam padi itu berkurang kemungkinan karena kesalahan pembanguan irigasi di SP5. Sehingga hampir 20 tahun tidak bisa dipakai termasuk lahannya. Irigasi itu merupakan proyek pemerintah pusat, tanpa koordinasi dengan pemerintah daerah.
"Sebenarnya ada 500 Ha, harusnya kita sudah panen raya itu, cuman salah pembangunan irigasi. Jadi kan lahannya diam lama sekali itu. Kita coba lanjut tanam padi gogo lagi," tambahnya.
Di Mimika sendiri, beberapa area yang berpotensi untuk ditanami padi adalah di Mapurujaya, SP 5, SP7, SP6, SP13. Pemkab terus mengajak petani menanam padi. (Martha)