Kapolda Rontini Beberkan Kronologi Kericuhan di Dogiyai
Papua60detik - Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Jermias Rontini membeberkan kronologi kericuhan yang terjadi di Kabupaten Dogiyai, sejak 31 Maret 2026.
Mulanya, sekitar pukul 10.40 WIT, jenazah personel Polres Dogiyai berinisial JE ditemukan di Pertigaan Gereja Kingmi Ebenezer, Kampung Kimupugi, Distrik Kamuu.
Korban JE ditemukan dalam kondisi luka bacok pada bagian leher hingga pada kepala bagian belakang dan luka bacok pada bagian jari kelingking serta jari manis tangan kanan yang mengakibatkan kedua jari korban putus.
“JE langsung dibawa ke RSUD Pratama Dogiyai oleh personel saat tiba di TKP,” ujar Kapolda, Rabu (1/4/2026) malam.
Berselang kemudian sekitar pukul 12.10 WIT, patroli yang dipimpin oleh Kasat Samapta Ipda Roland Masoka di jalan Trans Nabire-Enaro kampung Ikamenida diprovokasi oleh sekelompok masyarakat dengan memanah ke arah personel Polres Dogiyai.
“Ada anggota kami juga yang terkena tembakan senjata PCP pada bagian bahu kiri berinisial Bripda AR, pada saat melaksanakan patroli di jalan Trans Nabire-Enaro kampung Ikamenida,” kata Kapolda.
Kejadian terus berlanjut di malam hari, sekelompok masyarakat, kata Kapolda, melakukan penyerangan ke personel Polres Dogiyai dan ke arah Mako Polres Dogiyai dengan menggunakan panah dan batu.
“Itu kejadiannya sekitar pukul 18.30 WIT, dan salah satu anggota terkena busur panah di bahu belakang sebelah kanan berinisial AY,” katanya.
Laporan lain menyebutkan, empat orang warga sipil tewas kena tembak dalam kericuhan itu. Terkait laporan itu, Kapolda mengaku belum dapat dikonfirmasi.
“Untuk korban masyarakat sipil, belum dapat dikonfirmasi karena belum ada info masyarakat ke kami pihak Kepolisian. Sementara situasi di wilayah Kabupaten Dogiyai dalam keadaan aman dan terkendali, untuk itu disampaikan kepada seluruh masyarakat agar tidak terprovokasi isu-isu yang berkembang saat ini, percayakan kami aparat keamanan TNI Polri,” pesan Kapolda.. (Elia Douw)