Mahasiswa & Rakyat Minta DPR Papua Tengah Bentuk Pansus Dogiyai Berdarah
Papua60detik - Mahasiswa dan rakyat Papua yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Mahasiswa Dogiyai (IPMADO) menyerahkan pernyataan sikap terkait tragedi Dogiyai berdarah di halaman Kantor DPR Papua Tengah, jalan Pepera Nabire, Senin sore (11/5/2026).
Pernyataan tersebut dibacakan langsung oleh koordinator lapangan, Yatate Agapa, dan diterima oleh Wakil Ketua IV DPR Papua Tengah, John NR Gobai, bersama sejumlah anggota dewan lainnya.
Dalam aksi tersebut, IPMADO menyampaikan 21 poin tuntutan kepada DPR Papua Tengah dan pemerintah pusat. Salah satu tuntutan utama adalah mendesak Komnas HAM mengusut tuntas kasus pembunuhan 5 warga sipil serta mengungkap pelaku pembunuhan Bripda Juventusk Edowai.
Mereka juga mendesak pembentukan panitia khusus (Pansus) DPRPT guna melakukan investigasi terbuka terhadap peristiwa tersebut
“Kami percaya setiap tindakan kekerasan harus dipertanggungjawabkan secara hukum, transparan, dan adil tanpa adanya pembungkaman terhadap masyarakat sipil yang menyampaikan kebenaran,” bunyi salah satu poin dalam pernyataan sikap tersebut.
Selain itu, demonstran mendesak pemerintah pusat menghentikan pendekatan militeristik di Papua dan memberi perlindungan terhadap masyarakat sipil di wilayah konflik.
John NR Gobai janji akan menindaklanjuti aspirasi tersebut sesuai prosedur lembaga legislatif.
"Tim dari Polda, Komnas HAM dan dari solidaritas mereka (mahasiswa) sudah turun kan. Jadi kami berharap tim ini mengungkapkan secara terang benderang," kata John NR Gobai kepada awak media. (Elia Douw)