DLH Mimika Target Makin Banyak Sekolah Berbudaya Lingkungan
Papua60detik - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mimika sosialisasi peningkatan kapasitas dan kompetensi sumber daya manusia bidang lingkungan hidup bagi 70 sekolah di Timika, Jumat (21/08/2026).
Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan kerusakan Lingkungan Hidup (PPKLH) DLH Kabupaten Mimika, Devota M Leisubun, mengatakan setiap sekolah sudah seharusnya menerapkan program berwawasan lingkungan menuju Sekolah Adiwiyata.
Program tersebut mencakup lima aspek utama, yakni pengelolaan sampah melalui prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), kebersihan dan sanitasi, keanekaragaman hayati, konservasi air, serta konservasi energii
"Kami mengundang sekolah-sekolah SD sampai SMA sederajat, untuk menyampaikan bahwa semua sekolah itu wajib berwawasan lingkungan menuju ke sekolah adiwiyata," ujar Devota saat diwawancarai,
Sekolah yang hadir dalam kegiatan tersebut diharapkan menjadi sumber informasi bagi sekolah lain yang belum berkesempatan mengikuti sosialisasi. Dengan demikian, penerapan budaya lingkungan dapat dilakukan secara lebih luas dan berkelanjutan.
Devota menilai, pembentukan karakter peduli lingkungan sejak usia dini sangat penting. Anak-anak yang terbiasa menjaga kebersihan dan mengelola sampah di sekolah diharapkan dapat membawa kebiasaan tersebut ke lingkungan keluarga dan warga sekitar.
"Kita budayakan anak-anak tentang budaya lingkungan sejak dini. Dan mereka bisa menjadi perpanjangan tangan pemerintah mensosialisasikan ini ke orang tua dan warga sekitar," harapnya.
Tahun ini, sejumlah sekolah di Mimika telah menerapkan program berwawasan lingkungan dan dipersiapkan mengikuti tahapan penilaian Adiwiyata. Sekolah tersebut yakni SD Inpres Timika II, SMP Negeri 5, SD Shining Star, SD Kalam Kudus, SMP Negeri 11, dan SMP Negeri 7.
Pemkab Mimika terus memberikan pendampingan kepada sekolah-sekolah tersebut dalam menghadapi penilaian fisik oleh tim dari kementerian yang dijadwalkan berlangsung pada September 2026.
Setelah tahapan tersebut, proses akan berlanjut menuju penilaian tingkat nasional pada November 2026. DLH juga menargetkan semakin banyak sekolah yang berwawasan lingkungan.
"Pemerintah bermitra dengan sekolah. Ketika sekolah membutuhkan tempat sampah, kios sampah, bank sampah maupun biopori. Kami melakukan intervensi dan memberikan pendampingan secara rutin," pungkasnya. (Martha)