Dua Kubu KAP Papua Tengah Sepakat Jadi Satu
Papua60detik - Kamar Adat Pengusaha (KAP) Papua Tengah memasuki babak baru setelah para pengusaha Orang Asli Papua (OAP) menyepakati penyatuan organisasi dan mengakhiri dualisme kepengurusan.
Dalam kesepakatan itu, Fience Levina Mofu ditunjuk sebagai nakhoda KAP Papua Tengah.
Kesepakatan itu lahir dalam pertemuan para pengusaha Papua yang digelar di salah satu kawasan pantai di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Jumat (21/8/2026).
Pertemuan tersebut menjadi momentum konsolidasi untuk menyatukan kembali para pelaku usaha OAP dalam satu wadah organisasi.
Fience mengatakan, proses penyatuan tersebut tidak terlepas dari upaya Pemerintah Provinsi Papua Tengah dalam memediasi berbagai pihak yang sebelumnya berada dalam kelompok berbeda.
Menurutnya, bersatunya para pengusaha Papua harus menjadi awal untuk memperkuat kontribusi dunia usaha dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah.
“KAPP Papua Tengah sudah tidak ada dualisme. Kami adalah satu dan kami berdiri membantu pemerintah dalam program ekonomi Orang Asli Papua," kata Fience saat dikonfirmasi papua60detik.id.
la menegaskan bahwa pertemuan tersebut menjadi titik penting dalam perjalanan organisasi.
"Para pengusaha yang hadir menyatakan komitmen untuk meninggalkan perbedaan kelompok dan membangun satu barisan di tingkat Provinsi Papua Tengah," ujarnya.
Fience menyebut penyatuan itu sebagai puncak dari rangkaian proses yang telah dilalui bersama.
la menegaskan tidak boleh ada lagi kelompok yang berjalan sendiri-sendiri dengan mengatasnamakan KAP Papua Tengah," tegas Fince.
Pada kesempatan itu, Yosephina Pigai menyampaikan bahwa para pengusaha Papua kini telah menyatukan sikap dan barisan.
"Berakhirnya dualisme, diharapkan dapat memperkuat peran KAP Papua Tengah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi OAP," tegasnya.
Persatuan tersebut juga diharapkan membuka ruang yang lebih besar bagi pengusaha asli Papua untuk terlibat dalam berbagai program pembangunan dan aktivitas ekonomi di Papua Tengah.
"Ke depan, konsolidasi organisasi menjadi langkah penting agar KAP Papua Tengah dapat menjalankan program secara lebih terarah serta memperkuat kemitraan dengan pemerintah dan berbagai pihak," pungkas Yosephina. (Elia Douw)