Gabungan TNI-Polri Hentikan Pencarian Prada Hengki
Upaya pencarian Prada Hengky Sumarlin Zai yang hilang di Tembagapura sejak 17 November lalu. Foto: Istimewa/Papua60detik
Upaya pencarian Prada Hengky Sumarlin Zai yang hilang di Tembagapura sejak 17 November lalu. Foto: Istimewa/Papua60detik

Papua60detik - Sejak dilaporkan hilang pada 17 November lalu, Prada Hengky Sumarlin Zai sampai saat ini belum ditemukan.

Dandim 1710/Mimika, Letkol Inf Yoga Cahya Prasetya mengatakan, sesuai SOP pencarian orang hilang memiliki batas waktu hanya14 hari. Sementara, pada Kamis (10/12/2020) sudah memasuki pencarian hari ke-23.

"Namun selama batas waktu pencarian oleh personel gabungan TNI-Polri, sampai saat ini belum ada tanda-tanda ditemukan anggota yang hilang saat melakukan patroli tanggal 17 November lalu," ujarnya saat ditemui di bilangan Jalan Yos Sudarso, Kamis siang.

Yoga mengatakan, pencarian gabungan yang dilakukan selama ini baik melalui penyisiran maupun turun langsung ke sungai tidak menunjukkan tanda-tanda keberadaan Hengky.

"Pelaksanaan pencarian gabungan sudah dihentikan. Upaya dan inisiatif hanya dilakukan oleh Satgas Yonif 756 yang ada di kampung Banti, Tembagapura," ujarnya.

Pada pencarian selanjutnya, dilaksanakan dengan mekanisme patroli keamanan di sepanjang sungai kali kabur.

Tak hanya itu, kata Yoga, pihaknya terus berkomunikasi dengan satuan kerja maupun satgas Tembagapura yang ada di Highland dan Lowland PT Freeport Indonesia.

"Tentunya juga mencari informasi kepada masyarakat di pendulangan area mile 50 ke bawah," katanya.

Prada Hengky tergabung di kesatuan Yonif 756/WMS. Ia dilaporkan hilang saat melaksanakan tugas patroli wilayah di Kampung Utikini, Distrik Tembagapura pada Selasa (17/11/2020) lalu. Hari itu, Hengky bersama belasan anggota lainnya melaksanakan patroli menyusuri sungai.

Saat patroli Hengky bertugas sebagai anggota pengintai depan. Kelompoknya melihat honai yang dicurigai di pinggir Kali Kabur.

Saat mendekati sasaran, terlihat satu orang yang mencurigakan melarikan diri. Tim bergerak melakukan pengejaran. Prada Hengky salah satu yang berjalan menyusuri sungai.

Ketika konsolidasi pasukan, keberadaan Hengky sudah tidak diketahui. (Salmawati Bakri)