Harga Daging Babi Biang Kerok Inflasi, Kepala BPS Tunggu Ketemu Bupati
Kepala BPS Mimika Ouceu Satyadipura,foto; Martha/ Papua60detik
Kepala BPS Mimika Ouceu Satyadipura,foto; Martha/ Papua60detik

Papua60detik - Pemerintah Kabupaten Mimika akan mengambil langkah terhadap harga babi yang terus melonjak pasca virus African Swine Fever (ASF). 

Hal itu disampaikan oelh Bupati Mimika, Johannes Rettob beberapa waktu lalu. Katanya salah satu langkah yang disiapkan adalah mendatangkan ternak babi dari luar wilayah Mimika. 

Tingginya harga babi menjadi penyumbang inflasi di Timika. Oleh karena itu Johannes Rettob berencana mengadakan pertemuan dengan BPS untuk merumuskan strategi pengendaliannya. Ia mengusulkan babi dikeluarkan dari perhitungan inflasi.

Menanggapi hal tersebut, Kepala BPS Mimika Ouceu Satyadipura menyetujui impor babi dari luar tetapi tetap mengutamakan keamanan. Ia mengatakan  produksi babi yang kurang mengakibatkan harga naik.

"Konsumsi daging babi di sini cukup tinggi. Kalau kita bandingkan dengan tahun lalu memang tinggi sekali. Dari  harga 100 ribuan, sekarang 200-250 ribuan. Di pasar murah itu harga babi bisa ditekan sampai 150 ribu. Tapi itukan seasional, tidak bisa tiap hari," kata Ouceu saat diwawancarai, Rabu (21/05/2025). 

Terkait dampak harga babi ke inflasi daerah, Ouceu mengatakan, BPS harus berkoordinasi dulu dengan pusat. Nanti akan dilihat apakah mengeluarkan babi dari penghitungan inflasi sesuai dengan kaidah statistik. 

"Kalau memang babi diusulkan untuk dikeluarkan untuk kebutuhan inflasi, kami di BPS tidak masalah. Tapi kami harus koordinasi dulu dengan BPS RI, apakah bisa secara penghitungan,secara kaidah stsustik itu dikeluarkan?" terangnya. 

Ouceu menjelaskan bahwa data konsumsi daging babi masih terus dilakukan. Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Kepala Dinas Peternakan mengenai strategi menurunkan harganya.

"Mungkin harus ada kebijakan khusus tentang ini. Kasihan masyarakat yang mengkonsumsi apalagi lihat harga tinggi harus mengubah pola konsumsinya. Saya juga tunggu dipanggil Pak Bupati," pungkasnya. (Martha)