Harga Pangan Naik, Pedagang Keluhkan Sepi Pembeli
Papua60detik - Sejumlah bahan pangan di Pasar Sentral Timika, Selasa (04/03/2025) terpantau alami kenaikan harga.
Anang, seorang pedagang di pasar Sentral mengeluh. Katanya pengunjung semakin berkurang. Ia menduga, para pembeli lebih memilih menunggu berbelanja di pasar murah.
Baca Juga: Bupati Imbau Warga Tak Panic Buying LPG
Ia menyebut akhir-akhir ini, Pemerintah Daerah semakin sering membuat gerakan pasar murah. Bukannya tidak mendukung pemerintah, tetapi menurut Anang akan lebih bagus apabila program tersebut difokuskan bagi masyarakat yang membutuhkan saja.
"Tidak salah kalau ada pasar murah, itu bagus karena membantu. Tetapi lebih bagus dikasih ke masyarakat yang membutuhkan, jangan semua masyarakat dapat. Kita yang susah di sini," keluh Anang.
Katanya, Pemkab Mimika perlu mendata siapa saja yang berhak berbelanja di pasar murah. Tanpa data, masyarakat kategori mampu malah membeli sembako dan bahan pangan dengan jumlah banyak untuk stok.
"Itu harapan saya, sehingga kalau diatur dengan baik, masyarakat yang kategori mampu akan berbelanja di Pasar Sentral," tambahnya.
Untuk harga, sembako alami kenaikan harga dari bulan lalu. Minyak goreng semua merek alami kenaikan secara bertahap. Sama halnya dengan gula dan beras. Tepung tidak alami perubahan harga.
Sementara untuk bahan pangan lain, alami kenaikan harga sejak pekan lalu. Bawang putih Rp45 ribu naik menjadi Rp50 ribu. Bawang merah Rp40 ribu menjadi Rp45 ribu, telur Rp75 ribu satu rak. Harga cabai masih normal dan tomat alami penurunan harga.
"Kalau harga ini tergantung dari stok lokal dan distributor. Tetapi kalau misalnya harga-harga ini bisa turun, kita akan sama-sama enak dengan para pembeli," terangnya. (Martha)