Intan Jaya Krisis Kemanusiaan, GPMI Demonstrasi Tolak Kehadiran Militer
Massa demontrasi menuju ke titik sasaran aksi Kantor Bupati Intan Jaya. Foto: GPMI for Papua60detik
Massa demontrasi menuju ke titik sasaran aksi Kantor Bupati Intan Jaya. Foto: GPMI for Papua60detik

Papua60detik - Gerakan Pelajar Mahasiswa Intan Jaya se-Indonesia (GPMI) bersama elemen rakyat menggelar demonstrasi damai di depan Kantor Bupati Kabupaten Intan Jaya., Papua Tengah Selasa (13/1/2026).

Massa aksi dari 4 titik kumpul mulai bergerak pukul 10.00. WIT menuju ke titik sasaran aksi, Kantor Bupati Kabupaten Jaya. 

Mahasiswa dan masyarakat menuju ke titik aksi seraya membentangkan berbagai pamflet dan poster bertuliskan, "Intan Jaya krisis kemanusiaan demi Kepentingan Investasi. Stop militerisasi di Intan Jaya pada umumnya Papua. Tolak PT Antam, Blok Wabu di Intan Jaya".

Pamflet lainnya bertuliskan, "jangan perkosa saya,. Intan Jaya masih gelap. Bupati saya butuh sekolah. Intan Jaya darurat militer, segera tarik militer non organik dan non organik dari Intan Jaya".

Koordinator aksi, Josua Sani mengatakan kehadiran militer non organik dan organik di Tanah Papua bukan mengayomi dan menjaga melainkan membuat trauma rakyat. 

"Untuk itu, kami mendesak kepada presiden RI Prabowo Subianto dan Panglima TNI segera menarik pasukannya dari Intan Jaya, pada umumnya Papua," tegasnya.


Ia menuding kehadiran militer hanya buat meloloskan investasi di Intan Jaya, khususnya di Blok Wabu. Hal itu berdampak pada terjadinya krisis kemanusiaan di Intan Jaya.

"Dengan tegas, dari akar rumput gerakan pelajar-mahasiwa dan masyarakat Intan Jaya menolak kehadiran militer organik dan non organik di Intan Jaya," tegasnya. 

Hingga pukul 12:04 WIT. massa aksi  masih berorasi di depan Kantor Bupati Kabupaten Intan Jaya. (Elia Douw)