Kadis Pertanian ke Perusahaan Sawit PT KBV: Serap Tenaga Kerja Lokal Lebih Banyak
Papua60detik - Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Mimika meninjau perkembangan perkebunan kelapa sawit milik PT Karya Bella Vita (KBV) di jalan Trans Nabire, Mimika, Papua Tengah, Jumat (28/6/2024)
PT KBV merupakan perusahaan perkebunan kelapa sawit dan merupakan pemenang lelang Hak Pengusahaan Hutan dari PT PAL yang resmi dinyatakan pailit atau bangkrut.
Baca Juga: Bakal Diresmikan Menkop, Koperasi Merah Putih di Atuka Diproyeksi Jadi Penggerak Ekonomi Lokal
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Mimika Alice Wanma dalam kunjungan kerjanya menyampaikan terima kasih kepada PT KBV yang telah berinvestasi di Mimika. Ia yakin PT KBV mampu menjawab semua permasalahan yang tidak bisa dilakukan perusahaan sebelumnya, ia yakin perkebunan kelapa sawit telah berada di tangan yang tepat.
“Ke depan, kami berharap dapat bekerja sama. Intinya koordinasi, apa pun disampaikan kepada kami dan laporan tetap disampaikan sesuai aturan sehingga bisa terus kami pantau,” kata Alice.
Alice berharap PT KBV dapat beroperasi dengan menyerap sebanyak-banyaknya tenaga kerja Orang Asli Papua (OAP) dan membangun beberapa fasilitas sekolah, tempat ibadah, dan klinik di wilayah operasionalnya.
Senior Manager sekaligus Pimpinan Perkebunan PT KBV Meidy Tilaar menyampaikan, perkebunan kelapa sawit yang ditanami seluas 7.768 hektar dari 35.759 hektar Hak Guna Usaha (HGU).
Meidy mengatakan, saat ini fokusnya adalah merawat pohon kelapa sawit yang sudah ditanam, karena sejak ditanam tahun 2013 pohon kelapa sawit tidak pernah dirawat, tinggi pohon saat ini berkisar 3 sampai 6 meter.
“Dari 7.768 ribu hektare yang sudah selesai dibersihkan baru 1.600 ribu hektar. Sedangkan target kami pabriknya bisa commissioning atau beroperasi tahun depan pada bulan Juni atau Juli, artinya kami juga harus siap untuk pasokan buahnya,” katanya.
Sebagai informasi, salah satu syarat beroperasinya PT BKV di Mimika adalah membangun pabrik. Saat ini PT BKV sedang membangunnya.
Meidy melanjutkan, dari total lahan sawit yang ditanam seluas 7.768 hektare, 1.800 hektare merupakan lahan plasma untuk 4 Koperasi Unit Desa (KUD).
Jumlah pekerja saat ini sebanyak 471 orang dengan persentase pekerja OAP sebesar 93 persen, sedangkan upah bersih per pekerja, Rp4 juta sampai Rp6 juta per bulan.
“Bayarnya Rp10 ribu untuk satu pohon, sehari bisa menggarap 70 pohon,” ujarnya
Terkait pemanfaatan HGU seluas 35.759 hektare, Meidy mengatakan saat ini pihaknya hanya fokus pada lahan seluas 7.868 hektar yang telah ditanami.
“Setelah selesai, kami akan mulai membuka lahan agar tetap menggunakan HGU,” tutupnya (Faris)