Kongres Luar Biasa, Nalio Jangkup Pimpin Askab PSSI Mimika
Bupati Eltinus Omaleng Membuka KLB Askab Mimika di Swiss-Bellin Hotel Timika, Foto: Faris/Papua60detik
Bupati Eltinus Omaleng Membuka KLB Askab Mimika di Swiss-Bellin Hotel Timika, Foto: Faris/Papua60detik

Papua60detik - Meski pengurus Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Mimika periode 2019-2023 protes, panitia tetap menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) di Swiss-Bellin Hotel Timika, Senin (23/10/2023).

Pada KLB itu, Nalio Jangkup terpilih sebagai ketua Askab Mimika periode 2023-2027.

Dalam laporan Ketua Panitia, Fransiskus Kemong mengatakan, KLB dilakukan lantaran kepengurusan sebelumnya dianggap vakum dan tidak bekerja.

Ia mengatakan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas koordinasi antar Askab PSSI Mimika bersama pimpinan klub-klub sepakbola membahas kemajuan sepakbola.

"Pada saat pertemuan-pertemuan kami melakukan koordinasi sampai tingkat Asprov Papua sehingga kami mendapatkan solusi bagaimana untuk melakukan kongres luar biasa untuk menyelamatkan sepakbola di Kabupaten Mimika hari ini," kata Fransiskus.

Sementara itu, Bupati Mimika, Eltinus Omaleng dalam amanahnya menyampaikan, KLB ini merupakan momen bersejarah bagi Askab PSSI Mimika dimana para pengurus berembuk untuk memilih ketua Askab PSSI yang baru untuk menahkodai organisasi sepakbola

Ia berharap ketua Askab Mimika terpilih dapat mengemban tugas dan tanggung jawabnya untuk berpartisipasi, berkontribusi serta bekerja sama dalam menyukseskan cabor sepakbola di Kabupaten Mimika.

"Buang egois diri kalau mau sepakbola maju. Saya juga berpesan bagi kandidat yang menang harus bisa merangkul yang kalah," ujar Eltinus.

"Kalau sama-sama ingin memajukan sepakbola di Kabupaten Mimika, mari kita tunjukkan bahwa Mimika juga bisa dan mampu melahirkan pesepakbola yang handal dan berkualitas baik di kancah nasional maupun internasional," pungkasnya.

Sebelumnya, Pengurus Askab PSSI Mimika periode 2019-2023 mengajukan protes atas pelaksanaan KLB. Mereka menilai KLB ilegal karena tak sesuai statuta. Yang dilaksanakan seharusnya kongres biasa, bukan kongres luar biasa karena kepengurusan berjalan normal. (Faris)