Korlap GPMI Bantah Pernyataan Bupati Intan Jaya
Kordinator Lapangan aksi demontrasi GPMI, Yosua Sani. Foto:  GPMI for Papua60detik
Kordinator Lapangan aksi demontrasi GPMI, Yosua Sani. Foto: GPMI for Papua60detik

Papua60detik - Kordinator lapangan demonstrasi Gerakan Pelajar, Mahasiswa Intan Jaya (GPMI) Josua Sani membantah pernyataan Bupati Aner Maisini yang menyebut Intan Jaya berangsur pulih dan kondusif selama ia menjabat.

Sebelumnya, Aner Maisini mengatakan, layanan pendidikan, kesehatan sudah mulai berjalan di Intan Jaya. Listrik pun sudah masuk. Bahkan katanya, ia tengah menjalankan program dokter flight.

"Jadi, saya rasa Intan Jaya sudah mulai membaik, tidak ada pengungsi, tidak ada yang kacau dan lain-lain," kata kata Aner Maisini kepada wartawan di Nabire, Selasa (13/1/2026). 


Sementara Josua Sani bersikukuh bahwa Intan Jaya hari ini sedang tidak baik saja dan sedang mengalami krisis kemanusiaan. Ia menuding, pernyataan terkait kesehatan dan pendidikan mulai berjalan normal di Intan Jaya tidak sesuai fakta.

Ia lantas mengajukan bukti. Katanya, GPMI sudah punya data sendiri, yakni dari 59 sekolah semua jenjang di Kabupaten Intan Jaya, hanya 7 sekolah yang masih aktif. 

"Kemudian, untuk kesehatan di Kabupaten Intan Jaya hanya satu Puskesmas yang aktif.," tegas Yosua Sani saat diwawancara Papua60detik.id melalui via seluler, Rabu (14/1/2026) malam. (Elia Douw)