LCT Cita XX & 12 Penumpangnya Tak Ditemukan, Operasi Pencarian Diusulkan Ditutup
Papua60detik - Hingga pencarian hari ke-7, Jumat (26/7/2024), Kapal LCT Cita XX dengan 12 penumpangnya yang hilang dalam perjalanan Timika - Yahukimo belum berhasil ditemukan.
Mulai Jumat pagi, Tim SAR Gabungan Timika kembali menyisir dari udara dan di perairan.
Helikopter Super Puma H 3211 milik TNI AU menyisir dari udara. Kapal Patkamla milik TNI AL menyisir perairan laut luar dan RIB Basarnas serta perahu karet Polairud memeriksa muara dan sungai yang dicurigai terdapat Kapal LCT Cita XX.
"Operasi SAR kita usulkan untuk ditutup kepada Kepala Basarnas. Bila ada tanda-tanda korban ditemukan, operasi SAR akan kita buka kembali," kata Kepala Kantor SAR Timika, I Wayan Suyatna pada konferensi pers di Mako Lanud Yohanis Kapiyau Timika, Jumat malam.
LCT Cita XX hilang kontak pada Senin 15 Juli 2024 sekitar pukul 10.00 WIT. Posisinya saat itu di sekitar Pulau Tiga.
I Wayan Suyatna mengatakan, intens berkomunikasi dengan pihak keluarga yang menunggu kabar dan hasil pencarian para penumpang LCT Cita XX.
Berikut identitas 12 penumpangnya: Junaidi (Nahkoda) Dedi Irawan, M Arif Efendi, Haikal, Rusli, Agiera, Nimrot G Tua, Lukman Hakim, Samsudin, Asmoro Prionugroho, Suherman Saragih dan Al Hakim Thanta
Kapal LCT Cita XX sudah delapan bulan melayari perairan Mimika. Rute regulernya Timika - Pronggo.
"Ini trip pertama ke Yahukimo," kata pemilik LCT Cita XX, Muflihuddin.
Menuju Yahukimo, ia mengklaim kapalnya telah memenuhi kelengkapan dokumen sebelum diterbitkannya surat izin berlayar. Termasuk melakukan final check dua hari sebelum berangkat.
"Semua sesuai standar operasi. Muatan 70 ton dan tidak sarat karena kapal GT 145 bisa memuat di atas 100 ton," katanya.
Kapal tersebut mengangkut bahan bangunan BTS Bakti Kemenkominfo yang akan dibangun di 6 titik. (Burhan)