Mahasiswa OAP Gembok Kantor Disdik Mimika, Tuntut Kejelasan Dana Pendidikan Khusus
Papua60detik - Sekelompok mahasiswa Orang Asli Papua (OAP) mendatangai kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Mimika menuntut penjelasan bantuan biaya pendidikan khusus yang diberikan kepada anak-anak Amungme dan Kamoro serta Papua lainnya, Rabu (01/10/2025).
Para mahasiswa melakukan aksi spontan dengan menggembok pintu kantor Disdik sebelum akhirnya ditemui pihak Dinas Pendidikan, dalam hal ini Kepala Bidang SMP, SMA, SMK Dinas Pendidikan, Drs. Manto Ginting.
Manto Ginting menyampaikan aksi ini terjadi atas kesalahpahaman mahasiswa mengenai informasi melalui pemberitaan pada media masa tentang pemberian bantuan pendidikan khusus tersebut. Namun, setelah dilakukan koordinasi yang baik, gembok Disdik akhirnya dibuka.
Ia menyebut, dalam isi berita tersebut ada informasi yang dinilai keliru yang menyebabkan mahasiswa mendatangi kantor Dinas Pendidikan. Manto pun menegaskan bahwa pemberian bantuan pendidikan khusus ini telah diatur dalam Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 275 Tahun 2025.
Manto memaparkan, mengacu pada Perbup, nama-nama mahasiswa penerima bantuan biaya pendidikan khusus Amungme dan Kamoro serta Papua lainnya di Kabupaten Mimika tahun 2025 sebagaimana tercantum dalam lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari keputusan.
Dalam Perbub juga diatur pemberian bantuan biaya pendidikan serta tahap penyalurannya.
"Pembayaran bantuan pendidikan khusus bagi anak-anak Amungme Kamoro dan Papua lainnya ini dilakukan dalam dua tahap. Sekarang ini baru tahap yang pertama, tahap kedua nanti di awal November,” ujar Manto.
Manto menyampaikan persoalan saat ini adalah terdapat sekitar 69 orang mahasiswa yang punya nomor rekening bermasalah sehingga pihaknya langsung melakukan upaya guna menyelesaikan persoalan.
“Tadi sudah saya tanda tangan perbaikan itu. Yang bermasalah itu 69, nomor rekeningnya, kalau itu sudah diselesaikan semua langsung keluar uangnya karena ini kan tidak ada pencairan dana berdasarkan manual, semua by rekening,” pungkasnya. (Martha)