Mahasiswa Unjuk Rasa di Nabire, Tolak Militerisasi di Papua
Pelajar, Mahasiswa, rakyat Papua yang tergabung di FMWP unjuk rasa di kantor MRPT. Foto: Elias Douw Papua60detik
Pelajar, Mahasiswa, rakyat Papua yang tergabung di FMWP unjuk rasa di kantor MRPT. Foto: Elias Douw Papua60detik

Papua60detik - Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Independen Mahasiswa West Papua (FIMWP) berunjuk rasa di Kantor Majelis Rakyat Papua Tengah, Nabire, Senin (10/11/2025).

Dari pantauan media ini, FIMWP mengajukan enam tuntutan. Petama, hentikan militerisasi di seluruh Tanah Papua. Dia tolak PSN Merauke yang menimbulkan ekosida dan genosida terstruktur. Tiga, mendesak Komnas HAM RI mengusut penembakan terhadap 12 warga sipil di Soanggama Intan Jaya Papua. 

Empat, menolak pembukaan Blok Wabu Perampokan Migas di Bintuni dan di Sorong, pembukaan lahan sawit perusak hutan dan semua proyek pencurian SDA Papua investasi. Lima, Tutup PT. Freeport Indonesia. Enam, berikan Hak Penentuan Nasib Sendiri Bagi rakyat bangsa Papua.

Koordinator lapangan, Julianus Janambani menegaskan, militerisasi Papua oleh pemerintah pusat dan daerah adalah bentuk diskriminasi, menimbulkan trauma terhadap OAP.

"Maka dengan ini menolak terhadap militerisasi organik dan non organik di Tanah Papua," tegasnya. 

Hingga berita ini diturunkan, FIMWP masih berorasi di depan Kantor Majelis Rakyat Papua Tengah. (Elia Douw)