Memupuk Toleransi di Pesparawi XIIl
Papua60detik - Ada hal unik di Pesparawi XIII dimana Mimika jadi tuan rumah. Meski sejatinya adalah kegiatan umat Kristen Protestan, tapi umat agama lain semua ikut terlibat menyukseskan Pesparawi XIII.
Nuansa toleransi dan solidaritas sudah terlihat di struktur panitia. Ketua Umum Panitia Pesparawi XIII, Johannes Rettob adalah seorang Katolik, Sekum I Nyoman Putu Arka seorang Hindu dan Koordinator Usaha Dana, Dwi Cholifah seorang muslim sekaligus Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Mimika.
Kemajemukan dan pluralitas ini menurun ke setiap bidang kepanitiaan sampai ke relawan.
"Kita ingin menunjukkan bahwa Mimika adalah contoh toleransi, bahwa masyarakat Mimika toleransi dan solidaritasnya luar biasa," kata Johannes Rettob dalam banyak kesempatan.
Konsep toleransi juga nampak jelas di acara penjemputan kontingen. Setiap kontingen yang tiba di bandara akan dijemput dengan prosesi khusus.
Selain duta dan penari Pesparawi dari suku Amungme dan Kamoro, panitia menyiapkan relawan lintas agama. Bisa dibayangkan, nuansa keberagaman akan menyambut sejak kontingen tiba di Timika.
Selain ingin menunjukkan, tuan rumah mengajak semua merayakan perbedaan dengan sikap toleran dan damai. Selaras dengan motto Pesparawi XIII, 'Dari Mimika untuk Kedamaian Indonesia'.
Pesparawi akan dibuka pada 30 Oktober 2021, perlombaan dimulai 1 sampai 4 November lalu ditutup pada 6 November.
Sebanyak 21 kabupaten/kota di Provinsi Papua dipastikan ikut ambil bagian. Sesuai agenda panitia, kontingen peserta mulai tiba di Timika pada 25 Oktober. (Burhan)